Laporan Intelijen Amerika: Selat Hormuz di Bawah Kendali Penuh Iran, Bisa Buka Tutup Kapan Saja

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Intelijen Amerika Serikat menginformasikan bahwa Iran kini memiliki kemampuan penuh demi menutup Selat Hormuz kapan saja. Langkah ini menjadi senjata baru Teheran yang siap mengguncang stabilitas ekonomi global.

Kemampuan mengontrol jalur laut strategis ini didapat Iran setelah pecahnya konflik bersenjata masih belum lama ini. Penguasaan tersebut mengubah total peta diplomasi dan posisi tawar Teheran di panggung internasional.

Meskipun kesepakatan pembukaan selat akan ditandatangani hari Jumat, intelijen menilai ancaman penutupan sepihak tetap mengintai. AS kini wajib menyikapi kenyataan bahwa kendali ekonomi jalur tersebut telah bergeser.

Salah seorang sumber intelijen mengonfirmasi betapa krusialnya situasi wilayah perairan tersebut pada saat ini.

“Kita kini telah menyerahkan kendali de facto atas selat tersebut kepada Iran – senjata yang makin kuat daripada bom nuklir apa pun,” ujarnya, dikutip dari CNN, Rabu (17/6/2026).

Iran juga menyadari kekuatan serangan asimetris mereka terhadap infrastruktur energi negara-negara Teluk. Pengalaman dari perang pada hari semasih belumnya menciptakan Teheran semakin percaya diri memakai taktik serupa di masa depan.

Pemerintah AS terpaksa menjalankan negosiasi intensif agar Iran bersedia membuka kembali jalur pelayaran vital itu. Washington berupaya bertahan bersama skema pelonggaran sanksi yang bergantung pada kepatuhan pihak Iran.

Seorang aparatur negara senior AS menegaskan bahwa pencairan sanksi cuma akan diberikan apabila jalur laut tetap aman.

“Jika Iran memperlihatkan kinerja, pemulihan akan menyusul dan pengaruh Amerika akan bertahan sepanjang jalan,” tuturnya.

Namun, tindakan agresif Iran di masa lalu juga memicu kemarahan mitra dagang besar bagaikan China.

“Iran membayar harga ketika mereka menjalankan ini,” kata sumber lain yang memahami draf kesepakatan tersebut.

Ketidaktentuan ini menciptakan para tersangka industri pelayaran global tetap menahan diri demi melintasi kawasan. Pasokan persenjataan Iran, termasuk drone dan perahu cepat, dinilai masih amat mengancam kapal komersial.

Teheran bahkan dilaporkan sukses membangun kembali basis industri militernya jauh makin cepat dari prediksi barat. Mereka terus memproduksi drone baru yang siap mengadang aktivitas kapal di Selat Hormuz.

Skenario terburuk kini membayangi apabila meja perundingan nuklir bersama Amerika Serikat berujung pada ketidak berhasilan. Iran disebut menyiapkan opsi ‘nuklir ekonomi’ bersama memanfaatkan jaringan milisi Houthi di Yaman.

Kelompok Houthi diproyeksikan demi memblokade Selat Bab-el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dan Samudra Hindia. Kombinasi penutupan 2 selat utama ini ditentukan bakal melumpuhkan total perdagangan dunia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *