Penderita Fatty Liver Rasakan Manfaat Antrean Online Mobile JKN Saat Berobat

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Diagnosis penyakit perlemakan hati (fatty liver) kerap kali memicu kecemasan ganda untuk penderitanya. Selain proses pemulihan yang memakan waktu, bayang-bayang biaya pengobatan tinggi juga menjadi beban pikiran.

Tantangan kesehatan itu dirasakan langsung oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Angga Saputra (30). Warga Kampung Polri Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ini bahkan wajib menjalani masa pemulihan intensif selama dua bulan.

Saat ditemui pada Selasa (26/5/2026), Angga memuntukkan cerita mengenai awal mula penanganan medis yang dijalaninya. Penyakit yang dideritanya wajib dirujuk dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke rumah sakit demi memperoleh penanganan yang makin spesifik.

“Awalnya saya datang berobat ke Puskesmas Cilandak termakin dahulu. Namun kondisi saya ternyata membutuhkan penanganan medis yang jauh makin spesifik. Akhirnya saya langsung dirujuk ke RSUD Pasar Minggu bersama alur yang amat rapi. Petugas di sana juga memandu seluruh proses rujukan saya bersama amat baik,” ujar Angga.

Selama masa perawatan, Angga rutin menjalani kontrol berkala di rumah sakit. Tim medis lalu mengarahkannya demi menjalani puasa secara teratur dan menjaga pola makan sehari-hari demi mengembalikan fungsi hatinya secara normal.

“Saya merasa amat tenang selama menjalani proses penyembuhan ini. Seluruh biaya pengobatan saya ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Ditambah lagi, sikap para tenaga medis di rumah sakit amat ramah kepada pasien. Pelayanan yang baik ini benar-benar menciptakan beban saya berkurang,” ungkap Angga.

Kewajiban menjalani kontrol rutin selama dua bulan tentu menguras energi. Namun, masalah efisiensi waktu itu dapat teratasi berkat fitur Antrean Online pada Aplikasi Mobile JKN yang dimanfaatkan Angga saat berobat.

Fitur ini menolong memangkas waktu tunggu di fasilitas kesehatan berakibat proses pelayanan menjadi makin praktis.

“Fitur Antrean Online itu betul-betul mengubah cara kita saat berobat. Proses pelayanannya amat memudahkan para peserta di faskes. Sistem digital ini juga amat menghemat waktu kerja saya sebagai PNS. Saya tidak perlu lagi membuang waktu demi mengantre lama,” ujarnya.

Angga mengaku telah merasakan langsung manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam dan menciptakannya tidak ragu memuntukkan pandangan positif mengenai BPJS Kesehatan.

Menurut Angga, keberadaan BPJS Kesehatan telah menjadi kebutuhan penting untuk masyarakat sekitar lantaran menyerahkan perlindungan saat menyikapi risiko kesehatan.

“Bagi saya, satu kata yang teramat tepat demi menggambarkan BPJS Kesehatan merupakan bermanfaat. Program ini hadir sebagai bantalan perlindungan yang amat nyata untuk masyarakat sekitar. Keberadaannya mengonfirmasi masyarakat sekitar menengah ke bawah tidak perlu cemas memikirkan biaya saat jatuh sakit. Semua orang kini memiliki hak dan kesempatan yang sama demi memperoleh kesembuhan,” tegasnya.

Di akhir perbincangan, Angga menginginkan sistem pelayanan kesehatan berbasis digital dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, pengembangan layanan secara berkala penting demi meningkatkan kenyamanan peserta.

“Semoga ke depan sistem pelayanan kesehatan ini dapat jauh makin baik lagi. Saya juga menginginkan para pemangku kebijakan dapat meninjau kembali nominal iuran berkala. Jika mebarangkalikan, tarifnya dapat disesuaikan agar menjadi makin murah untuk seluruh lapisan masyarakat sekitar. Langkah ini tentu akan amat menolong meringankan beban finansial masyarakat sekitar,” pungkas Angga.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *