MediaMerdeka.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, angkat bicara terkait mencuatnya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Hal ini menyusul temuan tim investigasi mengenai adanya sekitar 100 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terindikasi fiktif.
Charles menegaskan, bahwa temuan ratusan SPPG atau akun virtual yang tidak memiliki bangunan fisik tersebut merupakan pelanggaran hukum yang amat serius.
“Ini merupakan sesuatu pelanggaran hukum yang luar biasa ya. Ini wajib diusut dan dilakukan penegakan hukum terhadap para tersangka,” ujar Charles di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Politisi PDIP ini membeberkan bahwa pihaknya telah menyambut baik laporan dari pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai adanya ketidakberesan di bawah kepemimpinan yang lama.
Charles menduga kuat bahwa praktek SPPG fiktif ini tidak cuma terjadi di Cilacap, namun dapat mencapai ratusan titik di berbagai daerah.
Lebih lanjut, Charles meyakini bahwa dugaan korupsi atau penyimpangan dalam skala besar ini tidak barangkali cuma dilakukan oleh segelintir orang. Ia menduga ada keterlibatan oknum internal di lingkungan BGN yang makin luas.
“Saya punya keyakinan bahwa demi melaksanakan operasi sebesar ini tidak cuma tiga orang pimpinan BGN saja yang terlibat. Jadi saya rasa barangkali masih ada sejumlah pegawai di internal BGN yang terlibat dan wajib diusut secara tuntas agar seluruh terang benderang,” tegasnya.
Charles juga menegaskan dukungan penuhnya kepada aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan, demi membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan penegakan hukum yang tegas agar program strategis nasional ini tidak disalahgunakan.
“Yang menjalankan pelanggaran hukum wajib ditindak secara hukum. Saya mendukung penuh pihak aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan, demi membuka kasus ini secara terang benderang,” pungkasnya.
Semasih belumnya, dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di Kabupaten Cilacap. Tim investigasi bersama koordinator wilayah menemukan sekitar 100 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terindikasi fiktif setelah dilakukan verifikasi lapangan terhadap ratusan lokasi yang tercatat dalam sistem.
Temuan tersebut terungkap setelah tim menjalankan pengecekan terhadap makin dari 300 titik SPPG yang semasih belumnya terdaftar sebagai calon dapur MBG.
Hasilnya, sekitar bagaikanga dari lokasi yang diverifikasi ternyata tidak memiliki bangunan maupun fasilitas yang memadai demi operasional penyediaan makanan bergizi.
Yang mengejutkan, sejumlah titik bahkan tercatat berada di lokasi yang tidak mebarangkalikan demi dijadikan dapur MBG, mengawali dari kawasan hutan, area persawahan hingga kompleks pemakaman.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

