MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik Pemerintah yang semasih belumnya disimpan di Himpunan Bank Negara (Himbara).
Menkeu Purbaya tidak mengiyakan atau membantah soal kas Pemerintah yang nantinya kembali disimpan di Bank Indonesia (BI). Ia cuma menyebut bakal koordinasi bersama otoritas moneter tersebut.
“Oh itu mesti diskusi bersama bank sentral (BI) deh bagaikan apa,” katanya di Tanjung Priok, Jakarta, dikutip Rabu (24/6/2026).
Isu ini mencuat dari pengakuan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae. Ia membenarkan adanya wacana penempatan SAL pihak pemerintah di Himbara yang disebut akan ditarik secara bertahap, meski pelaksanaannya tetap bergantung pada keputusan pihak pemerintah.
Namun Dian menginginkan ada masa transisi apabila dana SAL Pemerintah di Himbara ditarik agar tidak langsung mengganggu likuiditas perbankan dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
“Saya yakin Menteri Keuangan maupun Gubernur Bank Indonesia mudah-mudahan akan sepakat bersama OJK bahwa ini akan dapat diberakhirkan masa transisinya tanpa mengganggu likuiditas bank,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae saat dijumpai wartawan di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, dikutip dari Antara, Rabu (24/6/2026).
Ia turut memahami bahwa penarikan tersebut pada prinsipnya merupakan kewenangan pihak pemerintah sesuai bersama kebutuhan anggaran.
Menurut Dian, OJK sebenarnya menginginkan penempatan SAL dapat berlangsung makin lama agar makin optimal dalam mendukung likuiditas perbankan dan penyaluran kredit.
“Harapannya makin lama, makin bagus kan bila demi penambahan likuiditas. Ini demi menekan suku bunga, juga supaya tetap dapat penyaluran kredit efektif,” kata Dian.
Kas pihak pemerintah masih ada Rp 420 triliun
April lalu, Menkeu Purbaya menyampaikan bila kas Pemerintah masih ada Rp 420 triliun. Namun sesejumlah Rp 300 triliun ditempatkan di perbankan.
“Dulu dibilang saya cuma punya uang dua minggu. Sekarang uangnya tinggal Rp 120 triliun. Habis itu habis. Enggak, uang saya yang SAL masih Rp 420 triliun, enggak diganggu. Saya pindahin ke BI Rp 300 (triliun),” katanya dalam media briefing, dikutip Minggu (26/4/2026).
Bendahara Negara menerangkan bila dana SAL Rp 300 triliun dimasukkan ke perbankan demi menambah likuiditas demi menggerakkan ekonomi. Sistem ini disebutnya mirip bagaikan deposito ke perbankan.
“Nah banknya akan menyalurkan uangnya kan? Kalau dia enggak kucurkan, dia akan bayar bunga ke saya, rugi dia,” imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

