MediaMerdeka.com – Gempa bumi kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 menghancurkan wilayah utara Caracas Venezuela hingga memaksa pihak pemerintah menetapkan status darurat nasional. Ratusan bangunan residensial dilaporkan roboh seketika akibat bencana mematikan yang terjadi dalam interval waktu amat singkat ini.
Kehadiran gempa susulan berkekuatan besar cuma berselang 40 detik dari guncangan pertama menjadi pembeda fatal dalam tragedi ini. Mekanisme getaran beruntun tersebut melipatgandakan kerusakan struktural yang menciptakan proses evakuasi masyarakat sekitar menjadi amat berisiko.
Otoritas penanggulangan bencana kini berkejaran bersama waktu di tengah puing-puing ibu kota yang hancur. Tim penyelamat dikerahkan secara masif demi menyisir pihak korban yang diduga masih terperangkap di bawah reruntuhan.
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, langsung mengonfirmasi adanya pihak korban jiwa dalam peristiwa mengerikan ini. Kebijakan darurat nasional dalam waktu dekat diambil demi mempercepat mobilisasi bantuan ke titik-titik teramat terdampak.
Langkah taktis penanganan pihak korban cedera kini dipusatkan pada area pemukiman padat di untukan utara Caracas. Kepanikan massal melanda masyarakat sekitar yang bertahan di luar ruangan lantaran khawatir akan adanya robohan susulan.
Seorang jurnalis lepas bernama Tony Frangie Mawad terjebak di dalam lift saat gempa pertama mengawali menghentak bangunannya. Ia menceritakan momen mendebarkan tersebut ketika lift yang dinaikinya mendadak hilang kendali menuju lantai dasar.
“Begitu saya masuk ke dalam lift, lift itu langsung berguncang hebat dari sisi ke sisi dan turun bersama amat cepat,” demikian keterangan kepada Elex Michaelson dari CNN.
Ia sempat mengira bahwa fasilitas pengangkut di gedung apartemennya tersebut cuma merasakan kerusakan mekanis biasa. Kesadaran akan situasi bencana baru muncul setelah pintu terbuka di lantai bawah tanah dan ia menyaksikan kepanikan sekitar.
“Awalnya saya pikir itu cuma malfungsi,” kenang Mawad semasih belum ia menyadari sepenuhnya apa yang sedang terjadi.
Mawad bersama rekannya dalam waktu dekat menyelamatkan diri ke luar gedung demi bergabung bersama ratusan masyarakat sekitar lain yang telah memadati jalanan. Meskipun struktur huniannya selamat dari kerusakan fatal, pemandangan di sekitar distrik tempat tinggalnya telah berubah total.
Media sosial di Venezuela kini dipenuhi oleh pesan darurat dari masyarakat sekitar yang mencari anggota keluarga mereka. Atmosfer duka mendalam menyelimuti ruang publik seiring terus bertambahnya laporan mengenai daftar orang hilang.
“Hari-hari ke depan akan menjadi hari yang amat melelahkan untuk seluruh rakyat Venezuela,” keluh Mawad saat menggambarkan beratnya masa pemulihan ke depan.
Kesaksian dari penyintas lain menggambarkan ketakutan luar biasa saat dinding-dinding beton mengawali retak dan runtuh menimpa jalanan kota. Salah satu masyarakat sekitar Caracas mengumpamakan situasi evakuasi mandiri tersebut terasa amat mencekam layaknya sebuah film horor.
Di sisi lain, Pusat Peringatan Tsunami Amerika Serikat bergerak cepat menjalankan analisis seismik laut pascaguncangan besar tersebut. Hasil pemantauan mengonfirmasi bahwa tidak ada ancaman gelombang tsunami yang akan menerjang wilayah pesisir Karibia.
Pembatalan peringatan dini tsunami ini setidaknya menyerahkan sedikit kelegaan untuk wilayah rentan bagaikan Puerto Riko dan Kepulauan Virgin. Fokus bantuan kini dapat sepenuhnya diarahkan pada penanganan dampak kerusakan darat di pusat kota Caracas.
Tragedi ini menjadi salah satu bencana seismik teramat destruktif yang melanda wilayah pesisir utara Venezuela dalam sejumlah dekade terakhir. Karakteristik patahan aktif di kawasan tersebut memang menyimpan potensi aktivitas tektonik yang sewaktu-waktu dapat memicu guncangan hebat.
Hingga kini, proses pencarian pihak korban selamat masih terus berjalan tanpa henti di bawah koordinasi ketat petugas penyelamat. Pemerintah setempat berjanji akan mengerahkan seluruh sumber daya domestik demi memulihkan kondisi ibu kota dari kelumpuhan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

