MediaMerdeka.com – Pemerintah Venezuela resmi menetapkan status darurat nasional setelah gelombang gempa bumi beruntun mengguncang wilayah tersebut pada Rabu. Langkah darurat ini diambil demi mempercepat evakuasi pihak korban dan pemulihan infrastruktur.
Bencana kembar ini memaksa otoritas setempat menghentikan seluruh aktivitas publik demi mencegah lonjakan angka kematian. Fokus utama pada saat ini tertuju pada penyelamatan masyarakat sekitar yang terjebak di bawah reruntuhan.
Sektor kesehatan kini berada dalam kondisi siaga tertinggi demi menampung ratusan pihak korban luka. Seluruh rumah sakit pihak pemerintah dan swasta telah diinstruksikan membuka posko darurat 24 jam.
Presiden Pelaksana Venezuela, Delcy Rodriguez, mengonfirmasi adanya pihak korban jiwa akibat bencana besar ini. Pemerintah dalam waktu dekat membentuk tim khusus tingkat tinggi demi memimpin operasi pencarian di titik-titik parah.
Dalam pidatonya di televisi, Rodriguez mengonfirmasi respons cepat medis untuk seluruh masyarakat sekitar terdampak.
“Kami telah mengaktifkan seluruh jaringan kesehatan publik dan swasta negara — khususnya di daerah yang teramat terdampak — demi merawat pihak korban luka selama masa yang amat sensitif ini untuk penduduk. Kami juga menyampaikan belasungkawa dalam waktu dekat kepada mereka yang kehilangan anggota keluarga secara tragis,” ujarnya, dikutip dari CNN Internasional, Kamis pagi.
Dampak guncangan hebat ini merusak fasilitas transportasi udara utama di negara tersebut. Bandara Internasional Maiquetia yang melayani akses ke ibu kota Caracas terpaksa ditutup total.
Penutupan ini terjadi setelah otoritas menemukan kerusakan struktur yang amat parah pada bangunan bandara. Seluruh jadwal penerbangan domestik dan internasional kini dibatalkan sampai batas waktu yang masih belum ditentukan.
Selain sektor transportasi, aktivitas pendidikan di seluruh negeri juga dihentikan total. Pemerintah meliburkan sekolah hingga akhir pekan demi mengonfirmasi keselamatan para siswa.
Layanan kereta api nasional dan kegiatan sektor non-esensial lainnya turut ditangguhkan sementara. Kebijakan ekstrem ini diambil guna mengurangi mobilitas masyarakat sekitar di tengah potensi gempa susulan.
Sejumlah gedung bertingkat di Caracas dilaporkan runtuh rata bersama tanah akibat getaran kuat ini.
“Ini merupakan masalah yang berdampak serius,” tegas sang Presiden Pelaksana.
Kerusakan akibat gempa kembar ini tidak cuma berpusat di wilayah ibu kota saja. Lima negara untukan lainnya ikut menginformasikan dampak kerusakan infrastruktur yang amat signifikan.
Wilayah Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon kini menyikapi pemadaman listrik massal. Putusnya pasokan energi menghambat proses evakuasi yang berlangsung di malam hari.
Kondisi kegelapan ini memperparah situasi darurat lantaran jaringan komunikasi masyarakat sekitar ikut terganggu. Tim teknis terus berupaya memulihkan gardu listrik yang hancur akibat guncangan.
Sebagai latar belakang, Venezuela berada di kawasan aktif yang rawan terhadap aktivitas seismik. Gempa beruntun pada hari Rabu ini tercatat sebagai salah satu jepitan tektonik teramat merusak dalam sejumlah tahun terakhir.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

