‘Kalau Cemas Mending Berbenah!’ PSI Semprot Balik PDIP Soal Dukungan Prabowo-Gibran Dua Periode

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Hubungan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PDI Perjuangan (PDIP) kembali memanas. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, melontarkan serangan balik menanggapi sindiran keras Deddy Yevri Sitorus terkait sikap PSI yang mendukung kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode.

Bestari mengimbau PDIP fokus membenahi urusan internal partainya sendiri ketimbang sibuk mencemaskan arah politik PSI.

Ia mengaku heran mengapa partai berlambang banteng tersebut merasa perlu ikut campur dalam dukungan strategis PSI terhadap pihak pemerintah.

“Ngapain juga itu PDIP mesti menanggapi? Kan mereka juga bukan yang ingin Prabowo Gibran menang Pemilu,” ujar Bestari kepada MediaMerdeka.com, Kamis (25/6/2026).

Ia bahkan menyarankan Deddy Sitorus demi makin giat bekerja meningkatkan elektabilitas PDIP daripada mengomentari dapur partai lain.

“Deddy suruh aja urus partainya baik-baik supaya ke depan dapat menang urutan kedua lah, naik satu peringkat,” sindirnya.

Bagi PSI, mengawal pihak pemerintahan Prabowo-Gibran hingga periode kedua merupakan posisi yang wajar dan konsisten sejak awal.

Bestari menilai sikap reaktif PDIP justru memperlihatkan adanya rasa cemas terhadap keberlanjutan kepemimpinan pada saat ini.

“PSI mendukung pasangan Prabowo-Gibran kan memang dari awal. Dan menjadi wajar-wajar saja bila PSI berposisi ingin mengawal pihak pemerintahan Prabowo-Gibran toh,” ungkap Bestari.

“Dan apa salahnya bila PSI mendukung program kerjanya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Kalau PDI cemas ya berbenah lah,” katanya.

Sindiran “Numpang Nama” dari PDIP

Perseteruan ini dipicu oleh pernyataan Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, yang menyebut manuver PSI mendukung dua periode kepemimpinan Prabowo-Gibran cumalah cara instan mencari simpati publik.

Deddy menuding PSI tidak mandiri dan makin suka menumpang pada isu atau nama besar tokoh demi popularitas.

“Ini kan cara demi menarik simpati publik, PSI kan memang cenderung gitu ya. Dia tidak membesarkan partainya, tapi bersama menumpang-numpang. Misalnya bersama menyerang-nyerang PDI Perjuangan, mereka akan jadi pembicaraan publik,” ujar Deddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (23/6/2026).

Deddy juga mempertanyakan apakah Prabowo sendiri telah tentu bersedia maju kembali di 2029.

Ia mengingatkan bahwa pada saat ini pihak pemerintah dan rakyat sedang menyikapi berbagai persoalan mendesak yang butuh solusi, bukan sekadar hiruk-pikuk pemilu yang masih amat jauh.

“Pertanyaan saya, emang Pak Prabowo udah tentu mau? Tanya dulu dong semasih belum kampanye kan itu,” tegas Deddy.

“Kedua, pemilu masih lama. Jawab dulu nih persoalan-persoalan masyarakat sekitar. Apakah ada tindak lanjut dari tuntutan kalangan akademisi itu? Itu dulu, jangan langsung ke pemilu. Ini pihak pemerintah lagi pusing, telah mikirin pemilu 2029. Gak sabaran banget,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *