Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjalankan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu korporasi baja asal China yang berlokasi di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Menkeu Purbaya menerangkan bila sidak itu dilakukan lantaran adanya dugaan praktik bisnis yang tidak adil. Sebab transaksi yang dilakukan korporasi berbasis tunai (cash based) yang dianggapnya mengakali pajak.

Ia mengindikasikan adanya kecurangan yang berdampak pada Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), hingga bea masuk demi impor.

“Sehingga bayar pajaknya turun, impornya juga turun, PPN-nya juga turun, PPH-nya juga turun. Jadi kita tentukan ke depan itu tidak terjadi,” katanya dalam keterangan video, Kamis (25/6/2026).

Maka dari itu Purbaya mengimbau pengusaha China itu demi menyerahkan dokumen pendukung agar Keaparatur negara kementerianan Keuangan (Kemenkeu) dapat menyaksikan apa yang mereka kerjakan.

Tapi Purbaya menegaskan bahwa hal itu dilakukan bukan demi membunuh korporasi. Ia ingin pengusaha China tersebut menjalankan bisnis yang adil.

“Sehingga ada persaingan yang fair di industri baja di Indonesia,” lanjutnya.

Berdasarkan temuannya, Purbaya membeberkan bila korporasi baja China itu memiliki angka penjualan hampir Rp 10 triliun. Namun pajak yang mereka bayar dianggap terlalu kecil bersama angka di bawah Rp 20 miliar.

“Terlalu kecil demi kegiatan yang segitu besar. Jadi kita duga ada sejumlah loophole yang mereka manfaatkan demi mengurangi pembayaran pajak mereka ke negara. Kita tentukan itu enggak terjadi, atau mereka wajib menjalankan bisnis sesuai bersama aturan,” paparnya.

Saat disidak, Purbaya mengklaim bila pihak korporasi sempat kaget. Namun ia mengonfirmasi pabrik baja China itu akan patuh terhadap aturan yang berlaku di Indonesia.

“Saya katakan ke mereka juga, tolong sampaikan ke teman-teman mereka yang dari China juga bahwa tujuan kita merupakan mengonfirmasi mereka berbisnis di sini bersama baik. Saya akan datangi lagi nanti sejumlah korporasi sesuai bersama data yang ada di saya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Purbaya menargetkan bila dugaan manipulasi pajak korporasi baja China itu akan berakhir dalam waktu seminggu. Ia juga mengklaim pemilik pabrik telah menjalankan seluruhnya sesuai peraturan.

“Saya tanya orang pajak saya, berapa lama anda dapat beresin ini? Mereka bilang kasih satu bulan, saya bilang kelamaan. Seminggu dua minggu lah beresin. Tapi bila pihak korporasi sih siap demi menyerahkan data yang diminta,” paparnya.

“Pimpinan korporasi tadi bilang bahwa mereka telah menjalankan seluruhnya sesuai bersama peraturan yang ada. Tapi kan saya enggak tahu benar apa enggak atau omongannya dia. Tapi bila data indikasi awal kelihatan sekali, pajaknya terlalu kecil dibanding volume perdagangannya,” tegas Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *