Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Keaparatur negara kementerianan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi proses impor minyak mentah dari Rusia terus berlanjut. Setelah pengiriman tahap pertama rampung, pihak pemerintah kini mengawali menjalankan tahap kedua sekaligus menyiapkan kontrak kerja sama jangka panjang demi menjamin pasokan energi nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan pihak pemerintah ingin mengonfirmasi ketersediaan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri melalui skema kerja sama yang makin berkelanjutan.

“Tahap pertama kan telah. Tahap dua lagi berjalan. Nanti kita bikin kontrak yang panjang,” ujar Bahlil di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Bahlil masih belum bersedia membeberkan volume minyak mentah Rusia yang telah masuk ke Indonesia pada tahap pertama. Namun, ia menegaskan bahwa pengadaan minyak tersebut dilakukan langsung oleh negara melalui mekanisme antarpihak pemerintah (government to government/G2G), bukan oleh PT Pertamina (Persero).

Menurutnya, skema tersebut menjadi untukan dari upaya pihak pemerintah menjaga kedaulatan energi nasional sekaligus mengonfirmasi keputusan strategis tidak dipengaruhi pihak luar.

“Ingat ya, yang menjalankan pengadaan itu bukan Pertamina, tapi negara. Jadi, negara tidak boleh diintervensi oleh negara lain. Setelah negara ambil, baru disiapkan demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Bahlil mengimbuhkan, kebijakan impor minyak dari Rusia sejalan bersama prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang Indonesia. Pemerintah, kata dia, tetap membuka kerja sama bersama berbagai negara tanpa berada di bawah tekanan atau kepentingan pihak tertentu.

“Kita tidak mendikte negara lain, namun negara lain juga tidak boleh mendikte kita. Independensi negara kita wajib kita jaga,” katanya.

Semasih belumnya, pasokan minyak mentah tahap pertama dari Rusia telah tiba di Indonesia. Meski pihak pemerintah masih belum membeberkan volume resminya, data perdagangan internasional memperlihatkan pengiriman perdana telah berlangsung.

Berdasarkan laporan Bloomberg News yang mengutip data Bea Cukai dari Big Trade Data, kapal tanker Sierra mengangkut hampir 770 ribu barel minyak mentah jenis Kozmino dari Rusia dan bersandar di Pelabuhan Balikpapan pada 29 Juni 2026. Nilai muatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$75 juta.

Impor minyak mentah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Rusia Vladimir Putin pada April 2026. Pemerintah menargetkan total impor minyak mentah dari Rusia mencapai 150 juta barel hingga akhir 2026 melalui kombinasi skema G2G dan business to business (B2B).

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, menjaga pasokan bahan baku kilang, serta menyerahkan alternatif sumber impor di tengah dinamika pasar energi global.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *