MediaMerdeka.com – Nur Rohmah, mantan asisten rumah tangga (ART) Erin Taulany, menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan. Kehadirannya demi menyerahkan kesaksian atas laporan Hera, rekan sesama ART.
Nur Hera didampingi pengacaranya, Basuki guna bertemu penyidik. Dalam pemeriksaan sebagai saksi, wanita berhijab ini mengangkut dokumen hasil medis.
“Bukti tambahan, yakni tes kesehatan kejiwaan beliau,” kata Basuki di Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Juni 2026.
Nur Rohmah telah menjalani tes medis pada 5 Juni 2026. Tes tersebut guna mengetahui kondisi psikis selama bekerja bersama Erin Taulany.
“Pemeriksaan memakai metode observasi, wawancara, tes inteligensi, dan psikotes,” ujar sang pengacara mengenai prosedur medis tersebut.
Hasil dari serangkaian tes tersebut memperlihatkan fakta yang mengejutkan mengenai kondisi mental mantan ART Erin Taulany. Dokter menyimpulkan, Nur Rohmah memperlihatkan ciri-ciri gangguan jiwa.
“Dapat disimpulkan bahwa Saudari Nur ini memperlihatkan ciri-ciri gangguan jiwa berupa gangguan kecemasan tertentu lainnya,” baca Basuki dari hasil kesimpulan medis.
Kondisi gangguan kecemasan yang diderita Nur berpengaruh pada aspek kehidupan sehari-harinya.
“Kondisi yang dialami Saudari Nuroh ini mempengaruhi aspek kognitif, aspek emosi, dan aspek sosial dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” lanjut sang pengacara.
Melihat kondisi tersebut, tim medis merekomendasikan agar Nur dalam waktu dekat memperoleh penanganan psikologi secara rutin. Hal ini diperlukan agar gejala kecemasan yang kerap muncul dapat dalam waktu dekat diredam dan tidak semakin parah.
“Saudari Nur harap demi dapat mengikuti intervensi psikologi secara berkala demi menurunkan keluhan,” ujar Basuki membacakan poin rekomendasi.
Selain penanganan rutin, Nur Rohmah juga disarankan demi menjalankan pemeriksaan lanjutan ke pihak yang makin spesifik. Pemeriksaan ini nantinya akan berkaitan erat bersama kepentingan hukum atas laporan terhadap Erin Taulany.
“Kedua, Saudari Nuroh disarankan mengikuti pemeriksaan lanjutan bersama psikolog forensik,” tambahnya menerangkan langkah setelah itu.
Basuki menegaskan bahwa kondisi mental kliennya yang terganggu merupakan dampak dari peristiwa yang dialami Nur saat masih bekerja. Hal ini dianggap sebagai bukti kuat adanya trauma yang mendalam pasca bekerja di kediaman Erin Taulany.
“Inilah yang hasilnya didapatkan setelah mengikuti serangkaian tes pada tanggal 5 yang lalu,” tegas Basuki mengenai penyebab gangguan tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

