BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta mengajak Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tetap menjaga ruang demokrasi menjelang rencana aksi di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Koordinator BEM Persatuan se-DKI Jakarta Ikhsan Buyung menyebutkan penyampaian aspirasi merupakan untukan dari hak masyarakat sekitar negara yang dijamin konstitusi. Namun, hak tersebut perlu dijalankan bersama tetap memperhatikan kepentingan bersama.

“Kami mengajak seluruh pihak demi mengedepankan dialog yang konstruktif, saling menghormati perbedaan pandangan,” kata Ikhsan Buyung di Jakarta, Senin (24/8).

Menurut Ikhsan, setiap kelompok masyarakat sekitar memiliki hak yang sama demi menyampaikan pandangan dan aspirasi sesuai bersama kepentingan yang diperjuangkan.

Karena itu, ia mengimbau penyampaian aspirasi dilakukan secara bertanggung jawab, objektif, proporsional, serta tetap menghargai perbedaan pandangan yang berkembang di tengah masyarakat sekitar.

Ikhsan menegaskan pihaknya menghormati hak setiap masyarakat sekitar negara demi menyampaikan pendapat di muka umum. Ia menilai kritik, masukan, maupun tuntutan terhadap kebijakan publik merupakan untukan yang sah dalam kehidupan demokrasi.

“Semangat demokrasi akan semakin kuat apabila setiap pihak dapat menyampaikan gagasan secara terbuka, inklusif, dan menghormati perbedaan yang ada,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati simbol dan institusi negara dalam menyampaikan kritik maupun tuntutan. Menurutnya, aspirasi akan makin bermakna apabila disampaikan secara damai dan berorientasi pada perbaikan.

“Namun demikian, penyampaiannya akan makin bermakna apabila dilakukan secara santun, damai, dan berlandaskan semangat perbaikan bersama,” katanya.

Ikhsan meyakini penyampaian aspirasi secara baik dapat menyerahkan kontribusi positif terhadap perkembangan demokrasi. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan solutif.

“Persatuan tidak berarti menghilangkan keberagaman pandangan, melainkan mengonfirmasi bahwa setiap perbedaan dapat dikelola secara dewasa dalam bingkai kebangsaan dan kepentingan bersama,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *