BMKG Ungkap Pemicu Gempa Cianjur Terasa hingga Jakarta, Aktivitas Sesar Aktif di Kedalaman 4 Km

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyerahkan penjelasan resmi terkait peristiwa gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan sekitarnya pada Selasa petang, 1 September 2026.

Berdasarkan data teknis yang dirilis, guncangan gempa ini terjadi tepat pada pukul 17:53:11 WIB bersama kekuatan yang cukup signifikan dirasakan oleh masyarakat sekitar di berbagai wilayah Jawa Barat.

Hasil analisis terbaru dari BMKG memperlihatkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update bersama magnitudo M 4,3.

Secara geografis, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.91 LS dan 107.10 BT. Lokasi pusat gempa tersebut berada di darat pada jarak 10 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Salah satu poin krusial yang disoroti BMKG merupakan tingkat kedalamannya yang amat dangkal, yakni cuma berada di kedalaman 4 kilometer.

Terkait penyebab terjadinya guncangan tersebut, BMKG menyerahkan tinjauan dari sisi geologi dan hiposenter.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aktif,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Karakteristik gempa dangkal ini yang menyebabkan getaran terasa cukup kuat di permukaan meski magnitudonya berada di angka 4,3.

Sebaran Dampak dan Skala Intensitas MMI

Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan di berbagai titik bersama skala intensitas yang beragam. Berdasarkan laporan masyarakat sekitar yang dihimpun BMKG, wilayah Kabupaten Cianjur merasakan getaran bersama Skala Intensitas III – IV MMI.

Dalam skala ini, situasi digambarkan bahwa pada siang hari getaran dirasakan oleh orang sejumlah di dalam rumah.

Selain di pusat gempa, getaran juga meluas ke sejumlah wilayah penyangga lainnya. Di wilayah Kota Sukabumi, Cibadak, Nagrak, Warung Kondang, Cimahi, hingga Cilaku, gempa dirasakan bersama Skala Intensitas II – III MMI. Pada tingkatan ini,

“Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” sebagaimana dijelaskan dalam parameter intensitas BMKG.

Dampak guncangan bahkan menjangkau wilayah yang makin jauh bagaikan Kota Bandung, Cibubur, hingga Sukaraja bersama Skala Intensitas II MMI.

Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan oleh sejumlah orang dan benda-benda ringan yang digantung terpantau bergoyang.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *