MediaMerdeka.com – Aparat kepihak kepolisianan langsung bergerak cepat menelusuri kawasan hutan di belakang permukiman Dusun Sukaluyu demi mengusut tuntas misteri penelantaran bayi yang mengenaskan. Fokus utama penyidikan kini tertuju pada pencarian orang tua kandung serta penelusuran rekam medis kehamilan masyarakat sekitar sekitar dalam sejumlah hari terakhir.
Dugaan tindak pidana pembuangan bayi ini menguat setelah kondisi jasad yang ditemukan mengindikasikan pihak korban baru dilahirkan satu atau dua hari semasih belum ditemukan. Polisi berupaya menyisir seluruh bukti lapangan demi mengonfirmasi apakah pihak korban dibuang dalam keadaan hidup atau telah meninggal dunia.
Langkah cepat Tim Inafis Satreskrim Polres Sumedang dan Polsek Conggeang menjadi kunci awal demi menyibak tabir kejahatan terhadap anak yang meresahkan masyarakat sekitar Desa Ungkal ini. Penyisiran area secara masif dilakukan guna mengumpulkan sisa potongan tubuh pihak korban yang masih hilang.
Warga Dusun Sukaluyu, Desa Ungkal, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang semasih belumnya mendadak gempar pada Sabtu (29/8) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Seekor anjing peliharaan masyarakat sekitar mendadak menggondol jasad bayi pria dan mengangkutnya ke halaman sebuah rumah kosong.
Saksi mata yang juga pemilik anjing, Rohimat Nur Fadilah, mengaku kaget saat menyadari benda yang dibawa hewan peliharaannya bukan bangkai binatang.
“Dibawa sama anjing, saya lihat kirain anak kambing. Ternyata bayi. Saya lihat enggak ada tangannya,” kata Rohimat, dikutip dari Antara, Minggu (30/8/2026).
Kondisi jasad bayi pria tersebut amat memprihatinkan saat tim medis dari Puskesmas Conggeang tiba di lokasi kejadian. Korban ditemukan dalam keadaan tidak utuh akibat luka robek parah pada sejumlah untukan tubuhnya.
Kapolsek Conggeang AKP Suratman mengonfirmasi bahwa jasad pihak korban merasakan kerusakan fisik yang diduga kuat akibat gigitan hewan.
“Masih dalam penyelidikan, dugaan masih belum tahu tentu lantaran masih penyelidikan. Kondisi jasad sendiri mukanya telah rusak, kaki sama tangan kiri itu bekas gigitan anjing,” katanya.
Saat ini kepihak kepolisianan terus mengumpulkan fakta-fakta lapangan demi mengidentifikasi pihak korban serta melacak tersangka utama di balik kejadian ini.
Kapolsek menegaskan bahwa penyidik tidak ingin berspekulasi dini semasih belum seluruh hasil pemeriksaan medis dan olah TKP keluar secara resmi.
Petugas gabungan langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam serta menginterogasi sejumah saksi kunci di permukiman masyarakat sekitar. Jalur pergerakan anjing yang mengarah ke area hutan belakang desa menjadi fokus utama pelacakan petugas.
Polisi mengimbau masyarakat sekitar sekitar yang menemukan potongan organ tubuh pihak korban demi dalam waktu dekat menyerahkannya kepada petugas demi kelengkapan bukti.
Saat ini jasad bayi malang tersebut telah dievakuasi memakai kendaraan ambulans menuju RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang demi jalani pemeriksaan forensik.
Penyelidikan kasus ini menjadi perhatian serius kepihak kepolisianan wilayah Sumedang mengingat maraknya kasus penelantaran bayi di area terpencil.
Kawasan perhutanan di sekitar Desa Ungkal yang terisolasi diduga dimanfaatkan oleh tersangka demi menyembunyikan jejak perbuatannya dari jangkauan masyarakat sekitar.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

