BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Investasi Indonesia mendapat dorongan kuat dari melonjaknya penjualan kendaraan niaga sepanjang triwulan II-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penjualan truk, bus, pikap, hingga double cabin melesat 38,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut menjadi salah satu motor utama pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud menyebutkan peningkatan investasi pada subkomponen kendaraan terjadi seiring meningkatnya permintaan kendaraan niaga demi mendukung aktivitas dunia usaha. Selain itu, impor kapal tanker dan kapal laut juga ikut melonjak berakibat memperkuat investasi pada sektor transportasi.

“Penjualan kendaraan itu meningkat sebesar 38,76 persen berupa kendaraan truk, bus, pikap, dan double cabin, serta penambahan impor kapal laut yang mencapai 49,54 persen,” ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Selasa (5/8/2026).

Menurut Edy, lonjakan tersebut menciptakan subkomponen kendaraan dalam PMTB mencatat pertumbuhan teramat tinggi, yakni sebesar 26,03% secara tahunan. Kenaikan investasi kendaraan juga tercermin dari meningkatnya nilai tambah bruto industri alat angkutan yang memperlihatkan aktivitas produksi sektor manufaktur transportasi semakin bergairah.

Tak cuma kendaraan, seluruh komponen investasi pada triwulan II-2026 juga tumbuh positif. PMTB bangunan naik 6,61%, mesin dan peralatan meningkat 1,32%, peralatan lainnya melonjak 16,84%, Cultivated Biological Resources (CBR) tumbuh 4,93%, serta Intellectual Property Product (IPP) bertambah 6,19%.

Secara keseluruhan, PMTB pada triwulan II-2026 tumbuh 6,87% dibandingkan periode yang sama tahun semasih belumnya. Capaian tersebut menjadikan investasi sebagai penyumbang terbesar kedua untuk pertumbuhan ekonomi nasional setelah konsumsi rumah tangga.

BPS mencatat investasi menyerahkan andil sebesar 2,06 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29% secara tahunan pada triwulan II-2026. Data tersebut memperlihatkan ekspansi dunia usaha masih berlangsung, terutama melalui pembelian kendaraan operasional dan penguatan armada logistik demi menopang aktivitas ekonomi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *