MediaMerdeka.com – Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengimbau PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group tidak terburu-buru menjalankan proyek hilirisasi dalam skala besar.
Menurutnya, setiap program wajib melalui uji coba termakin dahulu demi mengonfirmasi tingkat kesuksesan dan kelayakan investasinya.
Arahan tersebut disampaikan Dony saat menggelar rapat bersama Direksi PT Perkebunan Nusantara (Persero) pada Kamis (6/8).
Pertemuan tersebut membahas kesiapan PTPN Group menjalankan program hilirisasi dan pengembangan komoditas strategis guna memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Dalam rapat itu, pembahasan difokuskan pada kesiapan implementasi program, mengawali dari perencanaan, riset, hingga penyusunan model bisnis semasih belum proyek dijalankan secara makin luas.
“Semasih belum kita mengawali yang skala besar, teman-teman mesti trial dulu di skala kecil. Success rate-nya wajib dilihat dulu, begitu juga return on investment yang dapat dicapai,” ujar Dony bagaikan dikutip, Jumat (7/8/2026).
Dony menegaskan pendekatan bertahap menjadi kunci agar proyek hilirisasi menyerahkan hasil yang optimal dan tidak menimbulkan risiko investasi yang besar.
Menurutnya, setiap investasi juga wajib didukung studi kelayakan yang komprehensif.
Selain menghitung produktivitas lahan secara akurat, proyek hilirisasi juga perlu memiliki tingkat return on investment (ROI) yang sehat agar mampu menciptakan nilai tambah untuk korporasi maupun negara.
Tak cuma aspek bisnis, Dony juga mengingatkan pentingnya memperhatikan faktor keberlanjutan lingkungan. Pemilihan lokasi pengembangan komoditas strategis, kata dia, wajib dilakukan secara cermat agar tidak mengurangi fungsi kawasan resapan air.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

