Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pasukan Israel menghadang sejumlah kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang tengah mengangkut bantuan logistik menuju Jalur Gaza, Palestina. Di tengah situasi genting tersebut, salah satu relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Herman Budiyanto, memuntukkan kesaksian mencekam saat kapal perang Israel mengawali menjalankan pencegatan.

Melalui sambungan video conference pada Senin (18/5) malam waktu Indonesia, Herman yang saat itu masih terombang-ambing berlayar di Laut Mediterania menceritakan detik-detik menegangkan tersebut. 

Ia mengaku telah menyaksikan tanda-tanda pengawasan udara sejak malam semasih belum kabar pencegatan (intercept) oleh Israel Defense Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel mencuat.

“Pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF. Kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati, mengejar kapal-kapal kita,” kata Herman melalui sambungan video saat konferensi pers di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Herman diketahui berada di atas Kapal Zapyro bersama rekannya, Ronggo Wirasanu. Ia bersyukur kapal yang mereka tumpangi sukses bermanuver dan lolos dari kejaran tentara Israel.

Lebih lanjut, Herman membeberkan strategi yang digunakan armada kapal bantuan demi meloloskan diri dari kepungan militer Israel, yakni bersama cara melarikan diri secara terpencar ke berbagai arah, semasih belum nantinya berkumpul kembali di titik koordinat yang disepakati.

“Memang tadi kita menghindar melebar, dari kapal-kapal yang lain memang strateginya menyebar seluruhnya, meluas dan nanti kita akan kembali pada titik yang akan kita tuju,” ujarnya.

Rekan Herman, Ronggo Wirasanu, mengimbuhkan bahwa situasi di sekitar kapal mereka pada saat ini telah bersih dari armada Israel. Meski begitu, pihak relawan tetap bersiaga penuh demi keselamatan perjalanan.

“Pantauan sejauh titik ini nggak ada kapal tentara, tapi kami masih terus waspada sampai nanti malam barangkali ya,” ujar Ronggo.

Di sisi lain, nasib malang menimpa sejumlah rekan mereka. Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) semasih belumnya mengumumkan ada lima masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) yang diculik oleh tentara zionis Israel di tengah laut lepas Mediterania saat berlayar menuju Gaza.

Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, mengonfirmasi per Senin (18/5) pukul 21.20 WIB, sejumlah kapal lainnya telah diintersep oleh tentara Israel.

Lima WNI yang ditangkap tersebut di antaranya merupakan aktivis Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di Kapal Bolarize, serta tiga WNI di kapal Ozgurluk yakni jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *