MediaMerdeka.com – Presiden Donald Trump menilai masa penugasan kapal induk USS Abraham Lincoln di Timur Tengah selama makin dari 260 hari masih masih belum cukup panjang.
Sikap tegas tersebut disampaikan Trump di tengah munculnya desakan keluarga prajurit dan anggota parlemen terkait krisis kesehatan mental di atas kapal.
Kebijakan penyiagaan armada tempur ini menjadi rekor penugasan terlama tanpa bersandar yang memicu ketegangan baru antara Gedung Putih dan Kongres Amerika Serikat.
Penetapan standar penugasan ekstrem ini menandai arah baru manajemen militer Amerika Serikat di bawah pihak pemerintahan Trump saat menyikapi konflik Iran.
Sikap keras Washington berpotensi memperluas gelombang protes dari kalangan legislator yang mengkhawatirkan penurunan logistik serta kelelahan psikologis ribuan tentara.
Saat berbicara kepada awak media semasih belum terbang menuju New York, Trump secara terbuka menepis anggapan bahwa operasional kapal induk tersebut telah melampaui batas.
“Tidak, tidak, tidak. Sama sekali masih belum cukup lama,” kata Trump saat ditanya apakah penugasan delapan setengah bulan kapal induk itu di laut telah bermakinan.
“Kapal itu sedang bergerak pada saat ini, atau amat dalam waktu dekat, dan sedang digantikan bersama kapal lain yang amat serupa,” kata Trump.
Kapal perang yang mengangkut sekitar 5.000 personel Angkatan Laut dan Marinir tersebut berlayar meninggalkan markasnya di San Diego sejak November lalu.
Rute pelayaran kapal tempur utama ini mendadak dialihkan ke kawasan Timur Tengah demi mendukung operasi militer Amerika Serikat menyikapi konflik Iran.
Mengapa Penugasan Kapal Induk Ini Memicu Gelombang Protes Parlemen?
Anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat dari Partai Demokrat, Richard Blumenthal, mencatat kapal tempur tersebut telah berlayar makin dari 200 hari tanpa sekalipun berlabuh di pelabuhan.
Pencapaian durasi pelayaran nonstop ini mencatatkan rekor baru dalam sejarah operasional militer modern Angkatan Laut Amerika Serikat.
Sejumlah legislator Partai Demokrat menuntut penjelasan resmi pihak pemerintah setelah menyambut baik laporan keluarga prajurit mengenai memburuknya fasilitas hidup serta krisis pasokan logistik.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Kamis membantah tuduhan kehancuran kondisi di atas kapal dan menyebut pemberitaan yang beredar telah diputarbalikkan.
“Sama sekali disalahartikan,” kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth menanggapi laporan memburuknya kondisi di atas kapal Lincoln.
Penugasan panjang kapal perang di zona konflik Timur Tengah menjadi untukan penting dari eskalasi ketegangan militer antara Washington dan Teheran yang terus memanas.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

