Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membenarkan dirinya sempat melontarkan kata-kata keras kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam percakapan telepon terbaru.

Dalam wawancara bersama NY Post, Trump mengaku menyebut Netanyahu gila lantaran frustrasi terhadap eskalasi konflik bersama Lebanon.

Meski demikian, ia menegaskan hubungan keduanya tetap berjalan baik di tengah situasi perang.

“Saya sedikit terganggu bersama dia yang terus bertempur bersama Lebanon,” ujar Trump. Ia mengimbuhkan, “Kami bekerja amat baik bersama. Saya suka Bibi dan saya bekerja amat baik bersamanya.”

Trump menggambarkan dirinya dan Netanyahu sebagai dua pemimpin dalam situasi perang.

“Saya kepala negara masa perang. Dia perdana aparatur negara kementerian masa perang,” katanya.

Ketegangan ini muncul di tengah upaya Amerika Serikat menengahi kesepakatan besar bersama Iran.

Konflik Israel bersama kelompok Hizbullah dinilai berpotensi mengtidak berhasilkan negosiasi tersebut, terutama terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Meski situasi memanas, Trump tetap optimistis kesepakatan bersama Iran dapat tercapai dalam waktu dekat.

Trump menekankan bahwa pembicaraan berjalan cepat dan memperlihatkan perkembangan signifikan.

“Kami tidak akan membiarkan mereka memiliki senjata nuklir dan sejumlah hal baik akan terjadi,” tegasnya.

Trump juga menyoroti dampak konflik terhadap harga energi global.

Trump menyebut prediksi lonjakan harga minyak hingga ratusan dolar per barel tidak terbukti.

“Semua orang bilang harga minyak akan mencapai 300 atau 400 dolar, tapi kini sekitar 98 dolar. Itu bukan harga besar apabila dibandingkan risiko senjata nuklir,” ujarnya.

Di sisi lain, pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi kunci stabilitas energi dunia.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *