DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengimbau pihak pemerintah agar makin terbuka terhadap tawaran bantuan dari negara-negara tetangga dalam mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, upaya tersebut dinilai krusial mengingat dampak sebaran asap akibat karhutla telah meluas hingga ke sejumlah negara tetangga bagaikan Malaysia, Singapura, hingga Filipina.

Ia menyebutkan, kondisi pada saat ini membutuhkan soliditas dan kerja sama antarnegara di kawasan. Oleh lantaran itu, ia mendorong pihak pemerintah demi bertindak proaktif dalam merangkul solidaritas kawasan.

“Jangan sungkan menyambut baik bantuan internasional, terutama solidaritas ASEAN. Justru kita minta pihak pemerintah itu mengambil inisiatif demi menggalang solidaritas,” kata Daniel di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Lebih lanjut, Daniel menekankan agar pihak pemerintah tidak menganggap uluran tangan dari negara tetangga sekadar sebagai bantuan hibah biasa.

Hal ini berdasar pada keterlibatan sejumlah korporasi asal Singapura dan Malaysia yang memegang konsesi perkebunan dan turut berkontribusi dalam timbulnya titik api.

“Jangan memikirkan ini cuma bantuan, namun ini juga tanggung jawab, ya, lantaran bahkan 54, sejumlah korporasi-korporasi yang memperoleh konsesi perkebunan yang menjadi salah satu yang menyumbang persoalan pada saat ini, itu dari khususnya dari Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan negara-negara tersebut dalam menuntaskan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

“Sehingga jangan memikirkan bantuan, mereka ikut bertanggung jawab. Ikut bertanggung jawab demi mengatasi. Ya, ini menjadi persoalan kemanusiaan, bahkan dapat menjadi kejahatan ekologi, kejahatan lingkungan,” tegasnya.

Daniel mengaku heran bersama keengganan pihak pemerintah demi bersikap makin terbuka terhadap bantuan luar negeri.

Ia membandingkan penanganan karhutla pada saat ini bersama pengalaman kesuksesan penanganan bencana dan rekonstruksi di Aceh serta Sumatera yang sempat menyambut baik dukungan internasional secara efektif.

“Ya, saya enggak paham, kenapa. Enggak ada yang salah bersama itu. Tuh Aceh telah membuktikan kok, malah pembangunan kembali Aceh berjalan bersama baik. Dengan waktu yang cukup juga dapat makin cepat, itu pihak pemerintah menjadi dalam waktu dekat jelas,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *