MediaMerdeka.com – Kecelakaan maut yang merenggut 12 nyawa di Jalur Pantura Indramayu tidak cuma meninggalkan isak tangis untuk keluarga pihak korban, namun juga menyentuh sisi kemanusiaan Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Di tengah suasana duka yang menyayat hati, Lucky Hakim menjalankan aksi nyata yang melampaui sekadar tugas kedinasan.
Usai menjenguk para pihak korban di rumah sakit dan mengunjungi rumah duka, Lucky menegaskan kesiapannya demi menjadi orangtua angkat untuk kalangan anak yang kehilangan orangtua dalam tragedi tersebut.
Komitmen Adopsi Secara Resmi
Perhatian khusus Lucky tertuju pada dua anak balita yang selamat dari maut, namun wajib kehilangan ibu mereka, seorang ibu tunggal (single parent) yang menjadi salah satu pihak korban tewas.
“Untuk kalangan anak yang ditinggal orangtuanya dalam kejadian ini, saya bersama sepenuh hati berkenan menjadi orangtua angkat. Saya siap menempuh proses adopsi secara formal sesuai aturan hukum, asalkan pihak keluarga dan wali merestui,” ujar Lucky Hakim bersama nada haru saat dihubungi media.
Bagi Lucky, duka ini merupakan duka seluruh masyarakat sekitar Indramayu. Ia mengonfirmasi bahwa pihak pemerintah daerah tidak akan lepas tangan.
Pendampingan menyeluruh, mengawali dari pemulihan fisik hingga trauma healing demi memulihkan kondisi psikologis kalangan anak tersebut, akan menjadi prioritas utama.
Simbol Empati dan Evaluasi Keselamatan
Dalam kunjungannya, Lucky juga menyerahkan santunan sebagai bentuk empati kepada keluarga pihak korban.
Meski menyadari materi takkan mampu menggantikan nyawa yang hilang, ia menginginkan bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga.
“Seindah apa pun kata-kata yang saya sampaikan, tetap tidak akan mampu menandingi rasa sedih keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta. Doa tulus kami, semoga para almarhum husnul khatimah dan keluarga diberikan ketabahan luar biasa,” tuturnya.
Namun, Lucky juga menegaskan bahwa air mata saja tidak cukup. Tragedi ini menjadi alarm keras untuk pihak pemerintah daerah demi mengevaluasi total pengawasan kendaraan angkutan penumpang dan penegakan aturan keselamatan di jalan raya.
Kronologi Singkat Tragedi
Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan masyarakat sekitar usai menghadiri acara pernikahan hancur setelah dihantam dua truk dari arah berbeda.
Hingga pada saat ini, 12 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara enam lainnya masih berjuang di ruang perawatan intensif.
Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Barat bersama kepihak kepolisianan setempat masih terus menjalankan penyelidikan mendalam demi mengungkap penyebab tentu kecelakaan yang mengguncang publik tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

