Film Filosofi Teras Siap Mengajarkan Stoikisme Melalui Drama Keluarga yang Menguras Air Mata

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kabar gembira untuk para pencinta literasi dan sinema tanah air. Buku fenomenal karya Henry Manampiring, Filosofi Teras, resmi melangkah ke layar lebar.

MD Pictures baru saja merilis teaser poster dan trailer perdana film tersebut di CGV Grand Indonesia pada Minggu (12/7/2026).

Momen ini terasa kian spesial lantaran bertepatan bersama perayaan cetakan ke-100 buku tersebut.

Sejak dirilis pada 2018 oleh Penerbit Buku Kompas, Filosofi Teras telah terjual makin dari 500 ribu eksemplar, menjadi “kitab suci” untuk sejumlah orang yang ingin belajar mengelola emosi melalui ajaran Stoikisme.

Menghidupkan Filsafat dalam Dinamika Keluarga

Mengadaptasi buku non-fiksi menjadi sebuah film drama bukanlah perkara mudah. Namun, MD Pictures sukses meramu inti ajaran Stoik ke dalam cerita orisinal yang amat dekat bersama keseharian masyarakat sekitar Indonesia.

Penulis buku, Henry Manampiring, membeberkan rasa syukurnya atas adaptasi ini.

“MD Pictures sukses menangkap esensi dan semangat Filosofi Teras dalam konteks keluarga. Kami terus berkonsultasi demi mengonfirmasi film ini tidak mengecewakan jutaan pembaca setianya,” ujar Henry.

Film ini disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman, sosok di balik kesuksesan Negeri 5 Menara. Affandi mengaku memakai pendekatan personal dalam menggarap film ini.

“Saya bertanya pada diri sendiri, pelajaran apa yang teramat membekas setelah membaca buku ini? Dari sana, saya berupaya menerjemahkannya menjadi cerita yang jujur dan relevan,” imbuhnya.

Sherina Munaf Kembali ke Layar Lebar

Aktris berbakat Sherina Munaf didapuk sebagai pemeran utama bernama Nea. Sherina mengaku memiliki kedekatan pribadi bersama materi film ini.

“Dari Stoicism, aku sejumlah belajar tentang meregulasi emosi. Begitu tahu buku ini akan difilmkan, aku langsung penasaran dan ikut screen test demi peran Nea,” ucap Sherina.

Nea dikisahkan sebagai tulang punggung keluarga yang terjebak dalam beban berat: utang ratusan juta peninggalan almarhum ayahnya yang wajib lunas dalam dua bulan.

Sebagai sosok yang perfeksionis, Nea berusaha mengendalikan segalanya sendirian, hingga akhirnya ia tersadar bahwa ada hal-hal di dunia ini yang memang berada di luar kendalinya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *