Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Industri perhiasan nasional mencatat pertumbuhan ekspor yang signifikan sepanjang 2025. Nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga Indonesia mencapai 9,1 miliar dolar AS, meningkat 64,73 persen dibandingkan tahun semasih belumnya yang sebesar 5,5 miliar dolar AS.

Pemerintah menilai momentum pertumbuhan ekspor tersebut perlu dijaga melalui penguatan daya saing industri, mengawali dari peningkatan kualitas produk, inovasi desain, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses produksi.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebutkan industri perhiasan memiliki karakteristik yang memadukan kreativitas, keterampilan, budaya, dan teknologi demi menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

“Industri perhiasan menjadi salah satu sektor unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi dan kontribusi penting terhadap ekspor manufaktur Indonesia,” ujar Agus kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, tidak cuma berperan sebagai penghasil devisa negara, namun juga menjadi wadah pelestarian produk bernilai budaya serta penciptaan lapangan kerja yang tersebar di berbagai daerah.

Agus menerangkan, peningkatan nilai ekspor menjadi indikasi produk perhiasan Indonesia semakin diterima di pasar internasional. Oleh lantaran itu, penguatan ekosistem industri perlu terus dilakukan agar mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan tersebut.

“Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa industri perhiasan Indonesia memiliki prospek yang amat baik. Momentum ini wajib terus dijaga melalui penguatan ekosistem industri yang mampu mendorong inovasi, produktivitas, dan daya saing secara berkelanjutan,” bebernya.

Meski mencatat kinerja positif, industri perhiasan nasional masih menyikapi sejumlah tantangan. Mulai dari ketidaktentuan ekonomi global, fluktuasi harga bahan baku, perubahan preferensi konsumen, hingga tuntutan transformasi digital yang semakin cepat.

Karena itu, pihak pemerintah terus mendorong kolaborasi antara tersangka usaha, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan demi memperkuat daya tahan industri terhadap perubahan pasar.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Keaparatur negara kementerianan Perindustrian,.Reni Yanita, menyebutkan transformasi digital dan penerapan industri 4.0 menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing industri perhiasan Indonesia.

“Transformasi digital dan penerapan Industri 4.0 mebarangkalikan industri perhiasan bekerja makin efisien, menghasilkan produk yang makin presisi, serta mampu merespons kebutuhan konsumen secara makin cepat dan tepat,” ujarnya.

Sebagai untukan dari upaya tersebut, Kemenperin telah menjalankan penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) terhadap sejumlah korporasi industri aneka, termasuk sektor logam mulia dan perhiasan.

Hasil penilaian memperlihatkan tingkat kematangan yang cukup baik dalam penerapan teknologi digital. 

Mulai dari digitalisasi sistem manajemen, pemanfaatan kecerdasan buatan, penguatan keamanan siber, pengembangan produk cerdas terkustomisasi, hingga integrasi teknologi pintar dalam proses produksi.

“Hasil tersebut memperlihatkan bahwa industri logam mulia dan perhiasan mampu mengintegrasikan teknologi modern bersama kreativitas dan keterampilan sumber daya manusia demi menghasilkan produk yang inovatif dan bernilai tambah tinggi. Kami menginginkan semakin sejumlah tersangka industri yang menjalankan transformasi serupa guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produknya,” jelas Reni.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *