Ekonomi Dicekik Sanksi AS, Rusia Tegaskan Dukungan Tanpa Henti untuk Kuba

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Tekanan politik dan ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Kuba mendapat respons tegas dari Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan negaranya akan terus berdiri di belakang Havana demi menyikapi berbagai bentuk tekanan dan intervensi asing.

Sikap tersebut menjadi bentuk solidaritas Moskow di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar Kuba.

Pernyataan dukungan itu disampaikan Lavrov pada Rabu saat memperingati ulang tahun ke-95 mantan Presiden Kuba, Raul Castro.

“Di tengah tekanan eksternal yang masih belum sempat terjadi semasih belumnya terhadap rakyat Kuba, kami sekali lagi menyampaikan solidaritas dan dukungan kami yang teguh,” kata Lavrov.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui telegram resmi yang dikirimkan kepada Raul Castro.

Lavrov juga menegaskan bahwa kemitraan strategis Rusia dan Kuba akan terus diperkuat di masa mendatang.

Menurutnya, Moskow dan Havana akan terus bekerja sama demi mempererat hubungan bilateral sekaligus mendorong terbentuknya tatanan dunia multipolar yang makin adil.

Dalam pesannya, Lavrov turut mengenang sejumlah pertemuannya bersama Raul Castro yang disebut senantiasa berlangsung secara terbuka dan penuh makna.

Ia juga mendoakan agar tokoh revolusioner Kuba itu senantiasa diberikan kesehatan, ketabahan, dan kesejahteraan.

Krisis Kuba dan Tekanan Amerika Serikat

Kondisi dalam negeri Kuba memang tengah menyikapi berbagai tantangan akibat memburuknya hubungan bersama Amerika Serikat.

Pemerintah di Washington terus meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Havana melalui berbagai kebijakan sanksi.

Puncaknya terjadi pada Januari lalu ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif terhadap impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.

Trump juga mengumumkan status darurat nasional yang dikaitkan bersama dugaan ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

Serangkaian kebijakan tersebut memperparah krisis bahan bakar yang telah melanda Kuba dalam sejumlah waktu terakhir.

Kelangkaan energi berdampak pada operasional pembangkit listrik, sistem transportasi, rantai pasok pangan, hingga layanan kesehatan dan pendidikan.

Kondisi tersebut menciptakan Rusia kembali menegaskan komitmennya demi mendukung Kuba di tengah tekanan ekonomi dan politik yang terus meningkat, demikian Antara.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *