MediaMerdeka.com – Kasus dugaan keracunan massal yang bersumber dari konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyita perhatian publik di dua wilayah berbeda, yakni Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Insiden medis ini berdampak pada ratusan pelajar sekolah hingga balita di fasilitas posyandu.
Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Pemerintah Daerah setempat mengambil langkah tegas bersama menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) guna mengonfirmasi penanganan medis darurat berjalan optimal di seluruh fasilitas kesehatan.
Berdasarkan pembaruan data pihak pemerintah daerah hingga Jumat malam, 11 September 2026, akumulasi pihak korban yang menginformasikan gejala keracunan mencapai 424 orang.
Dari jumlah tersebut, sesejumlah 60 anak masih menjalani perawatan rawat inap yang tersebar di sejumlah rumah sakit rujukan, meliputi RSUD RAA Soewondo, RS Mitra Bangsa, RS K-S-H, serta RS Fastabiq Sehat. Sementara itu, ratusan pihak korban lainnya diperbolehkan menjalani pemulihan rawat jalan.
Juru bicara Pemkab Pati menerangkan rincian pendataan medis di lapangan terkait sebaran pasien yang ditangani.
“Kami cek langsung berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pati, yang dirawat sampai tadi malam, Jumat, 11 September 2026, ada 60 orang pasien yang dirawat,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pati, Sugiyono.
Dugaan pemicu keracunan bermula pada Selasa, 8 September 2026, saat jatah menu paket MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 dikonsumsi para siswa dan masyarakat sekitar.
Gejala klinis berupa mual, muntah, dan pusing baru dirasakan massal oleh pihak korban pada Rabu, 9 September 2026. Sebaran pihak korban mencakup pelajar dari SMP Negeri 1 Gembong, MTs Negeri 3 Pati, MTs Manbaul Ulum, SD Negeri Gembong 3, hingga peserta Posyandu di Kecamatan Gembong.
Sektor kepihak kepolisianan bergerak cepat mengusut tuntas aspek hukum dari peristiwa keracunan massal ini. Jajaran Satreskrim Polresta Pati telah mengamankan sampel makanan serta muntahan pihak korban demi dilakukan uji laboratorium forensik. Selain itu, serangkaian pemeriksaan saksi dari pihak pihak korban maupun pengelola dapur penyalur SPPG tengah dilakukan.
“Kami masih menjalankan penyelidikan,” tutur Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama.
Ia mengimbuhkan bahwa jajarannya sedang mendalami legalitas dan tata kelola operasional dapur MBG yang bertanggung jawab pada pengadaan makanan tersebut.
“Ya, pada saat ini kita masih proses penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Dan demi update-nya sampai kini ini, ya nanti dapat ditanyakan ke pihak rumah sakit atau kita masih update dulu lah,” kata Kompol Dika.
Pihak kepihak kepolisianan menegaskan bahwa potensi penetapan tersangka masih amat terbuka apabila hasil penyelidikan menemukan bukti pelanggaran tindak pidana.
Untuk mengantisipasi lonjakan darurat pasien di lapangan, Kapolresta Pati Kombes Pol Sigit memimpin Apel Kesiapsiagaan Ambulance Kabupaten Pati bersama merangkul seluruh pengemudi ambulans lintas instansi dan relawan demi percepatan evakuasi medis.
Sementara itu, perkembangan penanganan kasus serupa di Sumatra Utara memperlihatkan progres hukum signifikan. Peristiwa keracunan makanan MBG yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Karo kini resmi dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan oleh aparat kepihak kepolisianan setempat guna melengkapi berkas perkara semasih belum dilanjutkan ke proses gelar perkara.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

