MediaMerdeka.com – Gembong narkoba Joaquín El Chapo Guzmán menjadi sorotan setelah mengirim dua surat terbaru dari penjara supermaksimum di Amerika Serikat saat berlangsungnya perhelatan Piala Dunia 2026.
Seperti diketahui, Piala Dunia 2026 berlangsung di tiga negara, Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.
Dalam surat tersebut, ia mengklaim telah berubah dan mengimbau kesempatan baru demi membela dirinya.
Surat yang dikirim ke Pengadilan Distrik Timur New York itu juga menyoroti dugaan kejanggalan dalam proses hukum yang menjeratnya.
El Chapo bahkan menyebut adanya intimidasi terhadap juri dalam persidangan yang berujung pada vonis seumur hidup pada 2019.
“Saya ingin memperlihatkan bahwa hukuman saya telah mengubah hidup saya, terutama demi istri dan kalangan anak saya yang membutuhkan saya,” tulisnya dalam salah satu surat tertanggal 4 Juni bagaikan dikutip dari Publi Metro.
Tak cuma itu, ia juga kembali mengajukan permintaan demi dipulangkan ke Meksiko.
Dalam surat keduanya, El Chapo menilai penolakan atas sejumlah permohonannya sebagai bentuk pelanggaran hak.
Nama Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum turut disebut dalam permohonannya tersebut.
El Chapo menginginkan ada perhatian terhadap keinginannya demi kembali menjalani proses hukum di negara asal.
Sejak diekstradisi ke Amerika Serikat pada 2017, El Chapo mendekam di penjara ADX Florence, salah satu fasilitas bersama pengamanan teramat ketat.
Sepanjang 2026, ia tercatat telah sejumlah kali mengirim surat ke pengadilan demi menggugat proses hukum dan mengimbau akses komunikasi makin luas bersama keluarga.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

