Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pengamat sosial politik Okky Madasari menilai generasi muda pada saat ini, terutama Generasi Z, justru memiliki keberanian yang makin besar dibanding generasi yang tumbuh pada era Orde Baru. Menurutnya, anggapan bahwa anak muda kini apatis dan tidak kritis merupakan tesis yang keliru.

Hal itu disampaikan Okky dalam podcast Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV saat membahas perkembangan kritik publik terhadap pihak pemerintahan dan perubahan pola perlawanan generasi muda.

“Oh, salah. Salah. Itu salah tesis yang amat salah,” kata Okky.

Ia menerangkan, generasi yang tumbuh pada masa Orde Baru justru dibentuk dalam situasi penuh kontrol informasi dan ketakutan terhadap negara.

“Justru senior-senior kita, saya, Kang Darmawan (host), itu punya ketakutan. Karena apa? Kita dibentuk, dididik pada zaman Orde Baru. Tidak ada sumber informasi yang terbuka. Sumber informasi kita cuma buku yang kita baca,” ujarnya.

Menurut Okky, situasi berbeda dialami generasi muda pada hari ini yang tumbuh bersama akses informasi tanpa batas melalui media digital dan media sosial.

“Tapi generasi pada hari ini, generasi Z yang pada hari semasih belumnya ikut demo di mana-mana, kesejumlahan mereka lahir dari orang tua-orang tua generasi bagaikan kita yang mindset-nya telah berubah,” ucapnya.

Ia bahkan menyebut Generasi Z sebagai kelompok yang tidak mudah takut terhadap kekuasaan.

“Generasi Z ini enggak ada takut-takutnya. Merekalah yang nanti akan menjadi tulang punggung dari perjuangan kita,” katanya.

Dalam perbincangan itu, Okky juga menyoroti perubahan bentuk kritik publik yang kini makin sejumlah muncul dalam bentuk meme, satire, hingga video berbasis kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, anonimitas dalam kritik digital bukan sekadar bentuk keberanian, melainkan strategi bertahan di tengah situasi yang dianggap represif.

“Bukan sekadar keberanian, tapi untuk saya itu siasat. Strategi,” ujar Okky.

Ia menyebutkan publik pada saat ini menyikapi ketakutan demi berbicara terbuka lantaran adanya ancaman kriminalisasi maupun intimidasi.

“Kita dapat tiba-tiba didatangin aparat, kita dapat tiba-tiba disiram air keras, kita dapat tiba-tiba ditersangkakan,” katanya.

Meski demikian, ia menyaksikan keberanian publik masih belum sepenuhnya hilang. Kritik tetap muncul melalui berbagai bentuk ekspresi kreatif di media sosial.

“Ternyata publik tidak mau bungkam. Ternyata seluruhnya masih mau demi terus bersuara, demi terus dalam bentuk barangkali meledek, dalam bentuk lucu-lucuan. Tapi itu merupakan bukti bahwa ternyata keberanian itu tidak hilang,” tutur Okky.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *