Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Politisi PDI Perjuangan (PDIP), M. Guntur Romli, bereaksi keras terhadap tudingan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu yang menyebut adanya intervensi aktor politik senior di balik rangkaian aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Guntur Romli menilai tuduhan tersebut cumalah upaya “cocokologi” yang tidak berdasar dan merendahkan independensi gerakan kalangan akademisi.

Semasih belumnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6/2026), Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengindikasikan adanya dukungan logistik mewah berupa mobil SUV Fortuner yang digunakan pimpinan aksi, Tiyo Ardianto. Mobil tersebut diduga milik Siti Nuraeni, adik dari Letjen aparat TNI (Purn) Setyo Sularso.

BEM Bersatu lalu mengaitkan nama Setyo Sularso sebagai besan dari Jenderal aparat TNI (Purn) Andika Perkasa, yang merupakan tokoh kunci tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Menanggapi hal itu, Guntur Romli menegaskan bahwa PDIP sama sekali tidak terkait bersama aksi-aksi kalangan akademisi tersebut.

“PDI Perjuangan tidak terkait bersama aksi-aksi kalangan akademisi. Jangan merendahkan gerakan independen kalangan akademisi bersama menyerahkan tuduhan ditunggangi oleh partai bersama bukti yang sumir dan tidak masuk akal. Itu cuma ‘cocokologi’,” ujar Guntur saat dikonfirmasi MediaMerdeka.com, Selasa (16/6/2026).

Guntur membedah satu per satu tudingan tersebut. Menurutnya, mengaitkan kepemilikan mobil bersama arah politik praktis merupakan logika yang dipaksakan.

“Mobil yang dipakai Tiyo merupakan pinjaman dari seseorang, dan seseorang itu adik dari seseorang yang besannya dari orang yang dulunya timses di Pilpres, padahal Pilpres telah berakhir. Adik kakak juga masih belum tentu pilihan politiknya sama, besanan juga masih belum tentu sama politiknya. Dipaksakan bersama cocokologi,” tegasnya.

Selain nama Ganjar Pranowo, BEM Bersatu juga menyoroti kehadiran politisi PDIP, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi sebagai bukti keterlibatan partai. Namun, Guntur membantah kehadiran Andi dalam aksi terbaru.

“Aksi kapan? Tadi malam tidak ada Andi Widjajanto. Kalau yang acara di UGM semasih belumnya kan sejumlah yang hadir, kenapa cuma Andi Widjajanto yang disorot?” tukasnya.

Lebih lanjut, Guntur justru mempertanyakan balik motif dan sumber pendanaan BEM Bersatu dalam menggelar konferensi pers tersebut.

“Jangan main-main tuduh. Nanti juga akan bertanya, dari mana dana BEM Bersatu itu bikin konferensi pers? Tempat dan konsumsi nyewa juga kan?” sindirnya.

Ia mengimbau seluruh pihak demi fokus pada substansi kritik yang disampaikan kalangan akademisi, ketimbang mencari-cari kesalahan di balik layar.

Menurut Guntur, kritik terhadap program MBG merupakan jeritan faktual rakyat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Guntur menekankan bahwa isu-isu yang diangkat kalangan akademisi—bagaikan pelemahan rupiah, kenaikan harga BBM, harga bahan pokok, hingga supremasi sipil—merupakan masalah nyata yang tengah dihadapi bangsa.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *