Harita Nickel Dukung Pemkab Halsel Perkuat Akses Air Bersih di Desa Kawasi

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Air bersih yang mengalir selama 24 jam barangkali menjadi hal yang biasa untuk seuntukan besar masyarakat sekitar perkotaan. Namun untuk Yunince, masyarakat sekitar Desa Kawasi di Pulau Obi, kemudahan itu baru ia rasakan setelah menempati Permukiman Baru Desa Kawasi. Kini, ia tak lagi wajib menyesuaikan aktivitas sehari-hari bersama ketersediaan air.

“Air senantiasa ada demi mandi, mencuci, dan memasak. Mau mandi lima kali sehari juga airnya tetap cukup,” ujarnya.

Yunince mengenang, semasih belumnya ia wajib menyesuaikan aktivitasnya bersama ketersediaan air. Kini, ia dapat mencuci hingga memasak kapan saja lantaran air mengalir selama 24 jam. 

Hal serupa dirasakan Tina Nomor, tersangka UMKM di Permukiman Baru Desa Kawasi. Menurutnya, pasokan air bersih dan yang stabil menolong aktivitas rumah tangga sekaligus menyerahkan ketentuan dalam menjalankan usacuma.

“Air dan listrik yang lancar amat menolong usaha kami. Semuanya juga disediakan berakibat dapat meringankan kebutuhan sehari-hari. Meski begitu, kami tetap memakainya seperlunya,” katanya.

Yunince dan Tina merupakan dua masyarakat sekitar yang mengikuti program relokasi ke Permukiman Baru Desa Kawasi. Program ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten berdasarkan Peraturan Bupati Halmahera Selatan Nomor 72 Tahun 2023 dan pelaksanaannya mengacu pada Rencana Aksi Pengadaan Lahan dan Pemukiman Kembali (LARAP) serta diawasi oleh Tim Terpadu. Tak berhenti disitu, mekanisme pendaftaran, verifikasi, penilaian aset, hingga penanganan keluhan turut dipantau pihak independen. 

Ketersediaan pasokan air tersebut ditopang oleh sistem penyediaan air bersih yang dibangun di Pulau Obi. Air baku berasal dari Sungai Akelamo, lalu diolah melalui Water Purification Plant (WPP) semasih belum didistribusikan ke rumah-rumah masyarakat sekitar. 

Head of Technical Support PT Obi Sinar Timur, Amiruddin, menerangkan bahwa air baku termakin dahulu diproses demi menghilangkan partikel halus semasih belum melalui proses desinfeksi agar memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. Kualitas air juga dipantau secara berkala mengawali dari sumber air, selama proses pengolahan di WPP, hingga pada titik distribusi. Pengujian dilakukan oleh tim internal dan diverifikasi oleh laboratorium eksternal yang telah terakreditasi.

Perubahan yang dirasakan masyarakat sekitar tidak cuma berasal dari tersedianya air bersih. Di Permukiman Baru Desa Kawasi, berbagai fasilitas dasar juga telah dibangun bagaikan sekolah, Puskesmas Pembantu, rumah ibadah, kantor desa, area bisnis, jalan lingkungan, drainase, hingga tempat pengolahan sampah terpadu, dan  jaringan listrik. 

Pembangunan infrastruktur juga diperluas demi meningkatkan konektivitas kawasan salah satunya melalui pembangunan Dermaga Panji Baru yang membentang sepanjang 200 meter berakibat mebarangkalikan kapal-kapal besar demi bersandar. Dengan demikian, mobilitas orang dan barang dari dan menuju daerah utama Maluku Utara bagaikan Ternate, Labuha, dan Laiwui dapat jauh makin mudah.

Bagi masyarakat sekitar, perubahan yang dirasakan tidak cuma berupa perpindahan tempat tinggal, namun juga hadirnya layanan dasar dan infrastruktur yang mendukung aktivitas sehari-hari, mengawali dari akses air bersih dan listrik hingga konektivitas antardaerah. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *