HUT Bhayangkara ke-80, Disebut Jadi Momentum Merayakan Transformasi Polri

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 menjadi panggung apresiasi untuk kepemimpinan di tubuh Kepihak kepolisianan Republik Indonesia (Polri).

Sosok Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencuat sebagai figur sentral yang dinilai sukses mengangkut perubahan fundamental dan struktural dalam institusi penegak hukum tersebut.

Penilaian ini disampaikan oleh Ali Ramadhan, seorang intelektual muda sekaligus aktivis Nahdlatul Ulama (NU) yang mendalami rekam jejak sang Jenderal.

Ali Ramadhan, yang juga merupakan penulis buku “Jendral Kapolri Listyo Sigit Prabowo Sang Arsitek Presisi” (2026), memandang bahwa usia ke-81 Polri merupakan momentum krusial demi menyaksikan kembali sejauh mana transformasi telah berjalan.

Menurutnya, kepemimpinan Listyo Sigit telah mengangkut Polri melampaui sekadar perubahan citra di permukaan.

“Peringatan HUT Bhayangkara ke-81 merupakan momentum demi menyerahkan apresiasi secara mendalam terhadap kemajuan transformasi Polri yang berlangsung di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Perubahan yang terjadi bukan sekadar kosmetik atau perubahan di permukaan, melainkan perubahan yang bersifat paradigmatik dan menyeluruh, menyentuh akar budaya institusi, mekanisme kerja, serta orientasi pelayanan Polri kepada masyarakat sekitar Indonesia,” ujar Ali Ramadhan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Fondasi Paradigmatik Melalui Program PRESISI

Kesuksesan transformasi ini tidak lepas dari kerangka kerja yang jelas. Ali Ramadhan menegaskan bahwa inti dari seluruh pencapaian Polri pada saat ini berakar pada program PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan). Program ini bukan sekadar akronim, melainkan landasan filosofis yang mengarahkan setiap gerak personel kepihak kepolisianan di lapangan.

Dalam pandangan Ali, PRESISI mencerminkan komitmen kuat Polri terhadap profesionalisme, modernitas, dan keterbukaan.

Hal ini amat relevan bersama tuntutan masyarakat sekitar di kota-kota besar yang menginginkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Perubahan ini dianggap sebagai sebuah pergeseran mentalitas yang amat fundamental dalam sejarah kepihak kepolisianan Indonesia.

Ali Ramadhan menyebutkan bahwa melalui PRESISI, Polri bertransformasi dari institusi yang semata-mata bersifat reaktif dan represif, menuju institusi yang proaktif, humanis, dan berorientasi pada solusi.

Perubahan arah ini dianggap memerlukan nyali kepemimpinan yang besar mengingat luasnya cakupan organisasi Polri.

“Perubahan ini membutuhkan keberanian kepemimpinan yang luar biasa, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, telah memperlihatkan kualitas kepemimpinan tersebut secara konsisten sepanjang masa jabatannya,” tegas Ali.

Menopang Pembangunan dan Kepercayaan Publik

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *