IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026), diperkirakan akan merasakan dinamika yang cukup menantang.

Pelaku pasar modal di Indonesia pada saat ini tengah mencermati pergerakan indeks yang diproyeksikan bergerak mixed atau bervariasi, namun masih menyimpan kecenderungan demi menguat dalam rentang yang terbatas.

Dinamika ini amat erat kaitannya bersama tarik-menarik antara sentimen makroekonomi internasional dan perburuan momentum korporasi di dalam negeri.

Bagi investor ritel maupun institusi di kota-kota besar yang aktif memantau portofolio mereka, faktor eksternal menjadi sorotan utama pekan ini.

Ketidaktentuan geopolitik global kembali menyeruak ke permukaan, berpotensi memengaruhi arah arus modal asing (capital flow) yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak likuiditas di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Salah satu variabel makro yang teramat menyita perhatian bursa saham merupakan perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Rencana penandatanganan kesepakatan damai yang sedianya dilangsungkan di Swiss dikabarkan merasakan penundaan. Hal ini memicu kecemasan di kalangan tersangka pasar global mengenai stabilitas kawasan Timur Tengah, khususnya potensi penutupan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur perlintasan vital untuk suplai minyak mentah dunia.

Kecemasan ini diperparah oleh melambungnya indeks dolar AS (DXY). Mata uang paman sam tersebut mencatatkan reli penguatan yang tajam hingga menyentuh level tertingginya dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Menguatnya dolar AS secara historis kerap kali memicu capital outflow atau keluarnya dana investor asing dari pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, lantaran aset berdenominasi dolar dianggap makin menjanapabilan dan aman (safe haven).

Meski dihantam sentimen negatif dari luar negeri, pasar saham domestik masih memiliki daya tarik penyeimbang. Awal pekan ini bertepatan bersama momentum memasuki periode ex-date demi pemuntukan dividen bersama imbal hasil (dividend yield) yang tinggi dari sejumlah emiten berfundamental kuat.

Fenomena ini biasanya memicu aksi beli oleh investor lokal yang mengincar pendapatan pasif dari pemuntukan laba korporasi.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, membedah kondisi ini dari sudut pandang analisis teknikal.

Menurutnya, meskipun indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih memancarkan sinyal penguatan tren, indikator Relative Strength Index (RSI) justru memperlihatkan kecenderungan pelemahan momentum beli.

“Kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang support 6.000 dan resistance 6.260. Indikator MACD memperlihatkan penguatan tren, sementara RSI cenderung bergerak turun,” ujar dia, dalam keterangan yang diterima Redaksi MediaMerdeka.com, Minggu (21/6/2026).

Lebih lanjut, Audi menekankan pentingnya untuk investor demi memantau berita internasional secara real-time lantaran sensitivitas bursa terhadap isu geopolitik pada saat ini berada pada tingkat yang tinggi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *