IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Perusahaan roket dan satelit besutan Elon Musk, SpaceX, tengah bersiap menggebrak pasar modal global bersama membidik angka valuasi fantastis sebesar USD 1,75 triliun atau setara sekitar Rp31.000 triliun (perkiraan kurs Rp17.900 per dolar AS) dalam aksi penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

Jika dibandingkan bersama APBN 2025, yakni sebesar Rp2.756,3 triliun, maka nilai itu diperkirakan mencapai 10 kali lipatnya.

Berdasarkan laporan dari tiga sumber internal yang familier bersama rencana tersebut, seluruh saham yang dilepas ke publik murni merupakan lembaran saham baru.

Struktur IPO ini dirancang memakai skema all-primary offering. Artinya, seluruh dana segar yang merangsek masuk dari hasil penjualan saham akan dialirkan sepenuhnya ke kas internal SpaceX guna mendanai ekspansi masif.

Konsekuensinya, para pemegang saham lama di internal korporasi tidak diberikan ruang demi menjual kepemilikan saham mereka selama proses go public berlangsung.

Investor lama tampaknya wajib bersabar melewati masa penguncian saham (lockup) bertahap, setidaknya hingga korporasi merilis laporan keuangan kuartalan perdana pasca-IPO.

Setelah menggelar serangkaian pertemuan awal bersama sejumlah investor besar demi menjajaki minat pasar (testing the waters), manajemen SpaceX mengindikasikan rencana penggalangan dana minimal sebesar USD 75 miliar (sekitar Rp1.222 triliun) sebagai target penawaran dasar.

Dikutip via reuters, terdapat klausul opsi penjatahan makin (greenshoe option) sebesar 15 persen, yang mebarangkalikan pihak penjamin emisi (underwriter) merilis saham tambahan apabila permintaan dari para pemodal melampaui estimasi awal.

Langkah penggalangan dana berskala raksasa melalui emisi saham baru ini sejatinya bukan hal asing di bursa AS, meski jarang diadakan dalam IPO berukuran jumbo.

Sebagai contoh, produsen mobil listrik Rivian Automotive (RIVN) pada tahun 2021 silam mengeksekusi struktur serupa, di mana investor awal bagaikan Amazon dan Ford memilih menahan saham mereka demi membiarkan korporasi menyerap modal baru secara utuh.

Ada sejumlah karakteristik unik dalam prospektus IPO SpaceX yang dinilai menyimpang dari pakem konvensional bursa saham. Perusahaan ini direncanakan langsung masuk ke dalam jajaran indeks bergengsi Nasdaq 100 secara instan.

Selain itu, terdapat aturan struktural khusus yang menyerahkan kendali mutlak kepada Elon Musk atas dewan direksi, sekaligus mengunci posisinya sebagai Kepala Eksekutif (CEO) dan Ketua Dewan Komisaris secara permanen melalui struktur saham dua kelas (dual-class share).

Aksi korporasi ini menandai momen perdana untuk SpaceX dalam membuka target pendanaan dan valuasi kepada konsorsium perbankan. 

Meski demikian, target pendanaan dan valuasi ini masih bersifat fleksibel dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika hasil kesepakatan selama pertemuan berlangsung.

IPO ini menjadi kesempatan langka untuk publik demi ikut mendanai visi jangka panjang Elon Musk di sektor kedirgantaraan, komunikasi satelit, hingga kecerdasan buatan (AI). SpaceX pada saat ini telah menjelma menjadi aset teramat berharga dalam imperium bisnis orang terkaya di dunia tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *