MediaMerdeka.com – Iran menegaskan komitmen menjaga pintu perundingan diplomatik tetap terbuka lebar saat tekanan militer Amerika Serikat kian memuncak. Pemerintah Tehran memilih diplomasi daripada membiarkan eskalasi perang berdarah merusak stabilitas kawasan secara menyeluruh.
Saluran komunikasi rahasia antar kedua negara terus berdenyut secara aktif melalui perantara pihak ketiga. Langkah pragmatis ini menjadi bukti iktikad baik Tehran demi mencegah kemerosotan situasi politik regional yang kian genting.
Sikap kooperatif tersebut sayangnya berbenturan keras bersama tindakan provokatif Washington yang terus melancarkan tekanan militer. Kebijakan paksaan Amerika Serikat justru menghancurkan berbagai peluang perdamaian yang tengah dibangun secara perlahan.
Pejabat senior diplomatik Iran melontarkan kritik pedas terhadap manuver nekat Washington di lapangan. Ia menyebut posisi politik Amerika Serikat pada saat ini berada dalam kondisi yang amat menyudutkan.
Kritik tersebut terlontar akibat tindakan destruktif yang menyasar berbagai fasilitas umum strategis.
“AS berada dalam posisi sulit dan menjalankan kejahatan perang bersama mengincar infrastruktur vital Iran lantaran rasa putus asa,” tegas diplomat senior Iran tersebut kepada Al Jazeera.
Semua Pilihan Tegas Tetap Menjadi Opsi Terbuka
Terbukanya opsi perundingan tidak serta-merta melucuti ketegasan sikap militer pihak pemerintah Iran. Negara tersebut siap mengambil langkah balasan terukur demi melindungi kedaulatan wilayahnya dari ancaman musuh.
Penegasan atas kewaspadaan tertinggi tetap disampaikan langsung oleh pihak diplomatik pihak pemerintah Iran.
“Iran juga mempertimbangkan seluruh opsi tetap terbuka di atas meja,” ungkap sumber diplomatik senior tersebut.
Kemerosotan hubungan diplomatik kedua pihak berakar dari pengingkaran janji politis yang dilakukan pihak pemerintah Washington. Pembatalan komitmen secara sepihak tersebut menyulut kembali api permusuhan yang sempat mereda.
Pihak Tehran menunjuk pelanggaran kesepakatan tertulis sebagai pemicu utama timbulnya krisis keamanan pada saat ini.
“AS yang mengingkari komitmennya di bawah MoU 17 Juni menjadi penyebab situasi pada saat ini,” lanjutnya.
Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat semasih belumnya sempat mereda lewat serangkaian kesepakatan bersama. Namun, keputusan unilateral Amerika Serikat kembali memicu gejolak tinggi di kawasan Timur Tengah.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

