Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Aktivis kemanusiaan internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla merasakan penyiksaan berat selama berada di bawah penahanan otoritas Israel.

Lembaga hak asasi manusia Israel, Adalah, sukses mendokumentasikan berbagai bukti kekerasan fisik dan psikologis yang menimpa para relawan tersebut.

Dikutip dari Anadolu, tindakan tidak manusiawi ini memicu gelombang kecaman internasional lantaran menargetkan misi bantuan sipil demi masyarakat sekitar Gaza.

Sedikitnya tiga aktivis dilaporkan wajib dilarikan ke rumah sakit akibat menderita cedera yang amat serius.

Puluhan peserta aksi lainnya diduga merasakan patah tulang rusuk hingga kesulitan bernapas akibat penganiayaan berulang.

Tim hukum Adalah mengonfirmasi adanya kesaksian yang konsisten mengenai penggunaan alat sengatan listrik terhadap para tahanan.

Para relawan kemanusiaan tersebut dipaksa bertahan dalam posisi tubuh yang menyakitkan serta merendahkan martabat manusia.

Saat dipindahkan menuju Pelabuhan Ashdod, mereka dipaksa berjalan membungkuk penuh dan berlutut dalam durasi yang amat lama.

Kesaksian lain mengungkap tindakan diskriminatif sipir Israel yang mencopot paksa jilbab sejumlah aktivis wanita di armada.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, bahkan mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis diborgol bersama wajah menghadap lantai.

Sikap arogan tersebut memperkuat bukti adanya kebijakan kriminal berupa penyiksaan sistematis yang dijalankan secara terbuka oleh Israel.

Hingga pada saat ini, akses informasi mengenai lokasi, status hukum, dan kondisi riil para tahanan masih dibatasi ketat.

Global Sumud Flotilla bertolak dari distrik Marmaris, Turki, sebagai upaya menembus blokade ketat Israel di Jalur Gaza.

Namun, militer Israel mencegat kapal pembawa bantuan kemanusiaan ini saat masih berada di wilayah perairan internasional.

Pencegatan brutal ini bukan yang pertama, setelah semasih belumnya konvoi 345 peserta dari 39 negara juga diserang di perairan Kreta.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *