Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Serangan udara terbesar dalam setahun terakhir yang diluncurkan Ukraina sukses menembus pertahanan wilayah pinggiran Moskow dan menewaskan empat orang. Insiden fatal ini membuktikan bahwa wilayah sedalam Moskow kini tidak lagi steril dari jangkauan militer Kyiv.

Tiga pihak korban jiwa ditemukan di pinggiran ibu kota Moskow, sementara satu pihak korban lainnya tewas di wilayah Belgorod. Salah satu pihak korban meninggal dunia yang teridentifikasi di area Moskow merupakan seorang pekerja migran asal India.

Dikutip dari Skynews, Kedutaan Besar India mengonfirmasi bahwa selain satu pekerja mereka yang tewas, terdapat tiga masyarakat sekitar negara India lainnya yang merasakan luka-luka. Gelombang serangan ini juga memicu kerusakan parah pada sejumlah apartemen bertingkat serta fasilitas infrastruktur strategis Rusia.

Gubernur Wilayah Moskow, Andrei Vorobyov, menerangkan bahwa seorang wanita tewas mengenaskan setelah sebuah rumah hancur dihantam drone di Khimki, wilayah utara ibu kota. Di tempat terpisah, dua pria dilaporkan kehilangan nyawa mereka di Desa Pogorelki yang berada di Distrik Mytishchi.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menegaskan bahwa sistem pertahanan udara sukses merontokkan 81 pesawat tanpa awak yang mengarah ke ibu kota sejak tengah malam. Namun, serpihan drone tetap melukai 12 orang yang seuntukan besar berada di dekat gerbang masuk kilang minyak Moskow.

Target Vital Kilang Minyak Rusia

Pemerintah Rusia mengklaim bahwa kerusakan mekanis pada teknologi utama kilang minyak sukses dihindari meskipun area sekitarnya hancur. Di pihak lain, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengumumkan kesuksesan operasi militer mereka yang tepat sasaran pada infrastruktur energi Rusia.

SBU menegaskan bahwa pasukan Ukraina sukses menghantam satu kilang minyak utama dan dua stasiun pompa minyak di wilayah Moskow. Operasi ini sengaja dirancang demi melumpuhkan pasokan bahan bakar yang menjadi roda penggerak logistik militer Kremlin.

Melalui saluran Telegram resmi, SBU menyerahkan pernyataan tegas mengenai efektivitas dari operasi udara berskala besar ini. “Serangan terhadap fasilitas industri pertahanan, infrastruktur militer, dan situs logistik minyak mengurangi kemampuan musuh demi melanjutkan perangnya melawan Ukraina. Serangan-serangan ini memperlihatkan bahwa wilayah Moskow yang dijaga ketat sekalipun tidak aman,” kata SBU di Telegram.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, turut menyerahkan pembelaan dan dukungan penuh atas tindakan agresif yang diambil oleh pasukannya. Menurut pemimpin Ukraina tersebut, operasi udara di jantung pertahanan Rusia ini merupakan langkah pertahanan diri yang sah.

“Sepenuhnya dibenarkan,” ujar Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy menyebutkan serangan itu.

Skala Pertempuran Udara Kedua Pihak

Keaparatur negara kementerianan Pertahanan Rusia merilis data bahwa total ada 556 drone Ukraina yang sukses dijatuhkan di seluruh negeri hingga Minggu pagi. Angka ini memperlihatkan eskalasi pertempuran udara yang masif dan masih belum sempat terjadi semasih belumnya sepanjang pada tahun ini.

Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina menginformasikan bahwa wilayah mereka juga dihantam oleh kiriman 287 drone militer milik Rusia secara bertubi-tubi. Sistem pertahanan udara Kyiv mengklaim sukses melumpuhkan atau mengacak sinyal dari 279 drone musuh yang masuk.

Dinas Darurat Ukraina menginformasikan delapan masyarakat sekitar sipil terluka akibat pecahan peluru di wilayah Dnipropetrovsk tengah. Selain pihak korban luka, serangan udara Rusia tersebut juga menghancurkan sejumlah kawasan pemukiman masyarakat sekitar sipil di sana.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *