IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Investor patut meningkatkan kewaspadaan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu merosot cukup dalam sebesar 1,98 persen, dibarengi bersama aksi angkat kaki investor asing (net foreign sell) senilai fantastis, yakni mencapai Rp1.35 triliun.

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar bagaikan BBRI, BMRI, dan BBCA, serta emiten komoditas AMMN dan ANTM menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal internasional.

Kombinasi antara pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dan memburuknya sentimen eksternal diperkirakan akan menjadi beban berat untuk pergerakan indeks pada hari ini.

Pelaku pasar kini cenderung bersikap defensif menyaksikan eskalasi risiko di tingkat global yang terus meningkat.

Tekanan utama yang membayangi pasar domestik berasal dari ambruknya bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Indeks Dow Jones merosot 1,07 persen, S&P 500 melemah 1,24 persen, dan indeks padat teknologi Nasdaq terkoreksi teramat tajam hingga 1,54 persen.

Kepanikan di bursa New York dipicu oleh pernyataan keras dari Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

Pernyataan kedua tokoh tersebut memicu keraguan besar atas keberlanjutan proses gencatan senjata. Investor khawatir gangguan geopolitik di Selat Hormuz—jalur logistik energi teramat strategis di dunia—akan memotong pasokan minyak global dan memicu lonjakan inflasi baru.

Kondisi ini diperparah oleh sentimen domestik AS seiring berakhirnya masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Suksesornya, Kevin Warsh, diprediksi akan menyikapi tekanan berat demi kembali mengerek suku bunga acuan apabila inflasi global kembali meroket akibat konflik Timur Tengah.

Imbasnya, saham-saham semikonduktor raksasa dunia bertumbangan; NVIDIA anjlok 4,4 persen, AMD turun 5,7 persen, dan Intel merosot 6,2 persen.

Bursa Asia Berguguran, Saham Teknologi Korsel Anjlok

Kekhawatiran yang sama menjalar cepat ke kawasan Asia pada hari Jumat lalu, memicu aksi jual massal yang menciptakan bursa regional memerah.

Indeks Kospi Korea Selatan menjadi yang teramat menderita bersama kejatuhan makin dari 6 persen, dipimpin oleh rontoknya saham Samsung Electronics sebesar 8,6 persen dan SK Hynix yang terpangkas 7,7 persen.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang juga tergelincir 1,99 persen, diikuti Hang Seng Hong Kong yang melemah 1,62 persen, dan ASX 200 Australia yang turun tipis 0,11 persen.

Di tengah situasi yang memanas, pasar sedikit mendapat angin segar dari kabar bahwa Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah mencapai kesepahaman demi menepis kepemilikan senjata nuklir oleh Iran serta berkomitmen menjaga Selat Hormuz tetap terbuka untuk perdagangan internasional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *