Purbaya Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 101,1 Triliun per Semeter I 2026

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan realisasi belanja negara yang telah dilakukan Pemerintah hingga semester pertama 2026, termasuk program prioritas bagaikan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mulanya Menkeu Purbaya menerangkan bila realisasi belanja negara telah mencapai Rp 1.656 triliun atau tumbuh 17,8 persen secara tahunan (year on year atau yoy) hingga akhir triwulan kedua 2026. Dari total itu, realisasi belanja pihak pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun atau tumbuh 29,4 persen year-on-year. 

“Belanja dipengaruhi antara lain oleh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran THR dan gaji ke-13, pembayaran manfaat pensiun, serta pembayaran subsidi dan kompensasi BBM dan listrik,” katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Khusus MBG, Purbaya membeberkan bila program itu telah merealisasikan anggaran sebesar Rp101,1 triliun demi 63,13 juta penerima manfaat. Program prioritas lainnya yakni Sekolah Rakyat bersama realisasi Rp13,1 triliun demi pembangunan 104 sekolah permanen.

Sedangkan fungsi perlindungan sosial untuk masyarakat sekitar miskin dan rentan juga terus dijalankan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Program Indonesia Pintar (PIP), bersama realisasi masing-masing Rp14,5 triliun, Rp19,7 triliun, dan Rp8,8 triliun.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, lanjut Purbaya, pihak pemerintah juga menyerahkan berbagai paket stimulus yang mendukung keberlanjutan usaha dan aktivitas ekonomi.

Stimulus itu mencakup insentif perpajakan demi tersangka usaha nasional, diskon transportasi pada periode libur Lebaran dan libur sekolah, serta program magang dan vokasi.

Terakhir, Purbaya menerangkan bila Pemerintah juga menjaga daya beli masyarakat sekitar serta stabilitas harga dan pasokan BBM dan pangan lewat program subsidi sebesar Rp 116 triliun dan kompensasi Rp 116,9 triliun

“APBN tetap dioptimalkan demi berperan sebagai shock absorber, agent of development, dan protecting the poor,” jelas Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *