Tragedi Tolikara, DPR Desak Pemerintah Jamin Nyawa Warga Sipil di Papua

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB, Mafirion, mengecam keras pembunuhan lima pekerja bangunan yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Minggu (2/8/2026).

Mafirion menegaskan pihak pemerintah memiliki kewajiban menyerahkan perlindungan dan jaminan keamanan untuk masyarakat sekitar sipil, terutama mereka yang bertugas di wilayah rawan konflik.

“Pembunuhan masyarakat sekitar sipil ini bukan pertama kali terjadi di wilayah konflik bagaikan Papua. Warga sipil yang tak tahu menahu senantiasa menjadi pihak korban. Mau sampai kapan konflik ini terus terjadi dan mengorbankan masyarakat sekitar yang tidak terlibat dalam konflik? Kami mengimbau pihak pemerintah benar-benar menyerahkan jaminan rasa aman untuk setiap masyarakat sekitar sipil yang bekerja di Papua,” kata Mafirion kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut Mafirion, memperoleh pekerjaan yang layak serta perlindungan keselamatan saat bekerja merupakan hak dasar setiap masyarakat sekitar negara.

Ia menilai para pekerja infrastruktur di wilayah konflik sewajibnya tidak perlu bekerja di bawah bayang-bayang ketakutan.

“Rasa aman dalam bekerja merupakan hak dasar setiap masyarakat sekitar negara. Negara tidak boleh membiarkan para pekerja sipil yang sedang mencari nafkah justru menjadi sasaran kekerasan. Jika keselamatan mereka tidak terjamin, siapa yang berani bekerja membangun Papua?” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa serangan terhadap pekerja sipil akan berdampak jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar Papua.

Terhambatnya pembangunan infrastruktur, bagaikan jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan, akan merugikan masyarakat sekitar setempat.

“Apabila para pekerja sipil terus menjadi sasaran, maka proyek-proyek pembangunan akan terganggu bahkan dapat terhenti. Akibatnya, masyarakat sekitar Papua yang justru akan dirugikan lantaran akses jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur lainnya menjadi terlambat atau bahkan mandek. Keamanan pekerja merupakan syarat utama agar pembangunan dapat berjalan,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, penyerangan tersebut terjadi di kamp PT SHJ, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara. Para tersangka menyerang secara mendadak saat kelima pekerja bangunan itu sedang beristirahat.

Menanggapi situasi tersebut, Mafirion mendesak pihak pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah konkret, mengawali dari mengejar tersangka hingga memperkuat mitigasi keamanan di lokasi proyek-proyek strategis.

“Kami mengimbau aparat TNI dan Polri dalam waktu dekat menangkap para tersangka dan mengonfirmasi peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di saat yang sama, pihak pemerintah wajib memiliki skema perlindungan yang jelas untuk pekerja sipil di wilayah konflik. Negara tidak boleh kalah dalam menyerahkan rasa aman kepada masyarakat sekitarnya yang sedang membangun masa depan Papua,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *