- Prabowo menegaskan tidak akan melindungi aparatur negara yang menjalankan penyelewengan anggaran meski memiliki hubungan dekat bersamanya.
- Prabowo menginstruksikan Kepala BPKP agar terus menjalankan pemeriksaan hukum terhadap siapa pun tanpa memandang latar belakang politik atau jabatan.
- Pejabat yang terbukti korupsi wajib mengembalikan harta negara atau akan diserahkan langsung kepada pihak kejaksaan demi diproses hukum.
MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pesan peringatan keras untuk lingkaran dalamnya. Prabowo menegaskan tidak akan menyerahkan perlindungan untuk aparatur negara mana pun yang terindikasi menjalankan penyelewengan anggaran, sekalipun mereka memiliki hubungan dekat bersamanya.
Momen ini terungkap saat Prabowo menceritakan pengalamannya didatangi oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh.
Ia menyebut, pimpinan lembaga pengawas tersebut sempat merasa tertekan saat hendak menginformasikan temuan kasus yang menyeret orang-orang di lingkaran Presiden.
“Kepala BPKP datang ke saya agak gemetar, heran saya, kenapa? Stres dia Pak, lantaran yang dia laporkan, diketahui lah bahwa itu sejumlah orang itu dekat sama saya. Jadi dia minta petunjuk apa boleh diteruskan nggak pemeriksaan? Karena dia tahu ini dekat sama Presiden,” ungkap Prabowo di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu.
Tanpa Pandang Bulu: “Gak Ada Urusan!”
Mendengar keraguan tersebut, Prabowo justru menyerahkan reaksi yang tak terduga. Alih-alih membela, ia langsung memerintahkan BPKP demi tancap gas menjalankan pemeriksaan tanpa menyaksikan latar belakang sang aparatur negara.
“Dia lihat saya, masalahnya apa? Bagaimana Pak, petunjuk. Teruskan pemeriksaan, tidak ada, nggak ada, mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya, nggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa,” tegasnya.
Presiden tak menampik rasa sedihnya menyaksikan fenomena aparatur negara yang masih “lapar” meski telah diberi amanah besar. Baginya, posisi penting sewajibnya dijalankan bersama rasa syukur dan kehati-hatian, bukan justru menjadi celah demi menilap uang rakyat.
Prabowo juga mengingatkan para aparatur negara bahwa di era digital pada saat ini, setiap jejak penyimpangan akan jauh makin mudah terlacak.
- Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras
Baca Juga
Ia mengaku prihatin lantaran keserakahan oknum aparatur negara akhirnya wajib ditanggung oleh keluarga yang tak berdosa.
“Saya heran kini ada digital, ada macam-macam, kini tentu ketahuan deh. Saya sedih di ujung puncak karir, yang teramat saya sedih merupakan nanti anak dan istrinya,” ujarnya.
Ancaman demi Kader Gerindra dan Pensiunan Militer
Ketegasan Prabowo tidak berhenti di level birokrasi saja. Ia blak-blakan menyebut bahwa kader partainya sendiri, Gerindra, tidak luput dari proses hukum apabila terbukti melanggar.
Ia ingin seluruh aparatur negara, termasuk mereka yang berlatar belakang militer, mengakhiri masa pengabdian bersama kepala tegak dan terhormat.
Bagi mereka yang membandel dan enggan mengembalikan harta hasil korupsi, Prabowo menyerahkan pilihan terakhir yang pahit: berhadapan bersama jaksa.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

