Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kesepakatan demi mengakhiri konflik bersama Iran akan dalam waktu dekat ditandatangani, sebuah langkah yang berpotensi menjadi terobosan diplomatik teramat signifikan dalam hubungan Washington-Teheran dalam sejumlah tahun terakhir.

Dalam pernyataan melalui platform Truth Social pada Sabtu, Trump menyebutkan penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Ia juga menyebut Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia, akan kembali dibuka setelah kesepakatan damai diteken.

“Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya,” tulis Trump dikutip dari ANTARA pada Minggu (14/6/2026).

Pernyataan tersebut menandai perubahan nada yang signifikan dibandingkan ketegangan panjang antara kedua negara terkait program nuklir Iran. Trump bahkan menyebut hubungan Amerika Serikat dan Iran kini “jauh berbeda dan makin baik” dibandingkan pada periode pihak pemerintahan semasih belumnya.

Selain isu nuklir, Trump menegaskan kesepakatan tersebut tidak melibatkan pembayaran dana Amerika Serikat kepada Iran, berbeda bersama kesepakatan era Presiden Barack Obama yang selama ini kerap ia kritik.

“Tidak akan ada uang yang berpindah tangan,” katanya.

Selat Hormuz Jadi Sorotan

Isu pembukaan Selat Hormuz menjadi perhatian utama lantaran jalur laut sempit itu dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global. Ketegangan di kawasan tersebut selama ini kerap memicu kekhawatiran pasar energi dunia.

Jika benar tercapai, kesepakatan ini tidak cuma berdampak pada hubungan AS-Iran, namun juga berpotensi menurunkan risiko gangguan pasokan energi global dan meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Iran dan Pakistan Beri Sinyal Positif

Semasih belumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebutkan Teheran dan Washington masih belum sempat sedekat ini dalam mencapai nota kesepahaman. Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan naskah final kesepakatan damai telah disepakati.

Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Pakistan juga menyebut upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung pada Minggu.

Meski demikian, Iran tetap mempertahankan posisi bahwa uranium hasil pengayaan tingkat tinggi wajib diproses di wilayah Iran sendiri. Sikap ini memperlihatkan masih ada isu teknis dan politik yang sensitif dalam implementasi kesepakatan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *