MediaMerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto meraih tingkat kepuasan masyarakat sekitar sebesar 65,2 persen terhadap kinerjanya sebagai kepala negara. Angka tersebut berdasarkan hasil survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI).
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno memaparkan hasil survei nasional bertajuk “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran”.
Dari total responden, sesejumlah 2,9 persen menegaskan amat puas dan 62,3 persen menegaskan puas terhadap kinerja Prabowo.
Sementara itu, responden yang menegaskan tidak puas mencapai 19,4 persen dan amat tidak puas 8,7 persen. Adapun 6,7 persen lainnya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
PPI juga mencatat tingkat kepuasan terhadap Prabowo berdasarkan kelompok generasi, mengawali dari Generasi Z hingga pre-boomer.
Generasi X mencatat tingkat kepuasan tertinggi, yakni 73,4 persen. Berikutnya, pre-boomer sebesar 65,5 persen, milenial 63,4 persen, boomer 63,4 persen, dan Generasi Z 60,6 persen.
Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan tertinggi tercatat pada Generasi Z, bersama total 37 persen responden menegaskan tidak puas dan amat tidak puas. Angka tersebut diikuti pre-boomer sebesar 34,5 persen, milenial 32,1 persen, boomer 22,7 persen, dan Generasi X 16,4 persen.
Tingkat kepuasan juga berbeda berdasarkan latar belakang pendidikan. Responden yang tidak tamat SD atau tidak bersekolah mencatat kepuasan tertinggi, yakni 79,3 persen. Angka ini diikuti responden tamat SD sebesar 74,9 persen, tamat SMP 64,3 persen, serta tamat SMA/SMK 62,4 persen.
Sementara itu, tingkat kepuasan di kalangan lulusan perguruan tinggi tercatat teramat rendah, yakni 43,2 persen.
Pola sebaliknya terlihat pada tingkat ketidakpuasan. Sesejumlah 50,4 persen responden lulusan perguruan tinggi menegaskan tidak puas dan amat tidak puas terhadap kinerja Prabowo. Angka tersebut makin tinggi dibandingkan responden tamat SMA/SMK sebesar 33 persen, tamat SMP 32 persen, tamat SD 14,8 persen, serta tidak tamat SD atau tidak bersekolah 10 persen.
Dalam survei ini, kerangka sampel PSU memakai data kelurahan dan jumlah pemilih pada Pemilu 2024 yang diperoleh dari KPU RI. Responden merupakan penduduk berusia minimal 17 tahun atau telah menikah.
Stratifikasi dilakukan berdasarkan jenis kelamin dan agama responden. Survei menargetkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan.
Wawancara dilakukan secara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026.
Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen bersama margin of error sebesar 2,83 persen. Untuk menjaga akurasi dan reliabilitas data, PPI menjalankan pemeriksaan terhadap 50 persen dari total responden atau lima responden demi setiap surveyor.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

