MediaMerdeka.com – Rapat Paripurna DPR RI resmi menyetujui penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) berupa satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.
Keputusan ini diambil secara bulat setelah melalui pembahasan di Komisi I DPR.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budi Djiwandono, menegaskan bahwa seluruh fraksi menyetujui usulan tersebut.
“Komisi I DPR RI secara bulat dan sepakat menyetujui penerimaan hibah Alpalhankam dari luar negeri,” ujarnya dalam rapat.
Ia menerangkan bahwa persetujuan itu merujuk pada surat Menteri Pertahanan RI bernomor B/1845/M/VII/2026 tertanggal 7 Juli 2026.
Dalam surat tersebut, pihak pemerintah mengajukan penerimaan hibah satu unit kapal induk dari Italia.
Menariknya, salah satu media Italia, Infodifesa.it pada artikel yang dipublikaskan pada 11 Maret 2026 mengulas mengenai hibah kapal induk tersebut.
Menurut laporan media Italia itu, kapal tersebut sempat ditawarkan bersama harga sekitar 450 juta dolar AS.
Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, mengajukan skema ini ke parlemen Italia sebagai untukan dari kerja sama pertahanan.
Dokumen resmi menyebut, langkah ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara angkatan bersenjata Italia dan Indonesia.
Namun, alasan sebenarnya jauh makin kompleks.
Menurut sumber tersebut, Italia tengah membidik paket kerja sama industri pertahanan senilai sekitar 1,53 miliar euro atau setara makin dari Rp25 triliun.
Kesepakatan tersebut mencakup penjualan enam kapal selam produksi Drass, 24 pesawat latih M-346 buatan Leonardo, serta pesawat patroli maritim.
Di sisi lain, korporasi galangan kapal Fincantieri juga telah makin dulu mengamankan kontrak kapal perang dari Indonesia.
Dengan kata lain, kapal induk yang dihibahkan itu menjadi pintu masuk demi proyek-proyek besar.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

