Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Perfilman horor Tanah Air kembali diramaikan bersama kehadiran film Juminten Edan. Bukan cuma horor, film ini juga menawarkan action yang dibilang edan.

Film Juminten Edan mempertemukan Meisya Amira bersama Dimas Aditya. Keduanya menjadi pasangan suami istri, Juminten dan Manto yang berjuang demi cinta.

“Juminten ini punya keterbatasan. Dia tidak dapat bicara dan juga sedikit tidak dapat mendengar,” kata Meisya Amira saat bercerita di kantor MediaMerdeka.com di kawasan Pal Merah, Jakarta Barat pada Selasa, 23 Juni 2026.

Karena keterbatasan inilah, cinta Juminten dan Manto terhalang restu orangtua. Meski begitu, keduanya tetap melanjutkan perjuangan hingga menikah dan memiliki anak, Saskia (Sharon Jovian).

Sekilas, saat orang-orang menyimak sinopsis, film Juminten Edan jauh dari kesan horor, apalagi action. Mereka akan menyimpulkan cerita dalam film ini berpusat pada drama keluarga.

Tapi apabila ditengok dari sisi trailer, film ini akan memperlihatkan sisi “gila” dari sosok Juminten.

“Ada kerasukan, itu dipicu dari bayang-bayang yang muncul di kepala. Sampai akhirnya dia dapat mencelakai masyarakat sekitar yang mengganggu keluarganya,” ujar Meisya Amira.

Dalam trailer, Meisya Amira membunuh masyarakat sekitar bersama bengis. Menghujam senjata tajam ke leher hingga menghabisi nyawa bersama tangan sendiri.

“Ini dapat dibilang, horor action thriller ya,” imbuh Meisya Amira.

Dimas Aditya menggambarkan alur film ini bagaikan wahana permainan yang memacu adrenalin penonton. 

Cerita yang dimengawali bersama drama keluarga yang hangat perlahan akan berubah menjadi teror yang mencekam, semasih belum akhirnya meledak dalam adegan aksi.

“Penonton tuh bila nonton nih kayak dibawa kayak roller coaster gitu menyaksikannya, sampai yang ending-nya tuh full action kan,” tutur Dimas Aditya.

Dimas Aditya juga menyerahkan pandangannya mengenai gaya penceritaan film Juminten Edan. 

Menurutnya, film ini mengangkut kembali nuansa horor klasik era slasher yang sempat berjaya di masa lalu, di mana ketakutan dibangun melalui aksi nyata dan atmosfer yang kuat.

Juminten Edan ini mengingatkan aku lagi sama waktu era-era waktu kita bikin horor klasik yang slasher,” ucap sang aktor.

Penasaran bagaikan apa filmnya? Saksikan Juminten Edan mengawali 23 Juli 2026 di bioskop.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *