Mengungkap Misteri Hilangnya Personel Band di Saranjana: Kota Ghaib, Malam Ini di ANTV

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Saranjana kota gaib bersama penduduk tak kasat mata menjadi legenda urban yang teramat sejumlah dibicarakan dari tanah Borneo.

Film Saranjana: Kota Ghaib, yang dirilis pada akhir 2023 berupaya menyuguhkan cerita ini dan mengajak penonton melintasi batas antara dunia nyata dan kota gaib yang konon memiliki peradaban amat maju.

Dibintangi oleh deretan aktor muda berbakat bagaikan Adinda Azani, Betari Ayu, Irzan Faiq, dan Gusti Gina, film garapan sutradara Johansyah Jumberan ini sukses memvisualisasikan misteri yang selama ini cuma menjadi buah bibir di media sosial.

Saranjana: Kota Ghaib akan tayang pada Rabu (10/6/2026) malam ini pukul 22.00 WIB di ANTV. Berikut kami saapabilan sinopsisnya.

Cerita bermula ketika sebuah band asal Jakarta bernama Signifikan tengah menjalankan tur konser di Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Di tengah euforia tur tersebut, sang vokalis, Shita (Adinda Azani), tiba-tiba menghilang secara misterius.

Setelah mencari petunjuk, anggota band lainnya, Dion (Irzan Faiq) dan Fitri (Betari Ayu), bersama masyarakat sekitar lokal bernama Rusdi (Gusti Gina), menemukan fakta mengejutkan.

Shita diyakini telah dibawa masuk ke Saranjana, sebuah kota gaib yang dipercaya masyarakat sekitar setempat sebagai kota bersama teknologi super canggih namun tersembunyi dari mata manusia biasa.

Mereka cuma memiliki waktu tujuh hari demi mengangkut Shita kembali. Jika terlambat, Shita akan terjebak selamanya menjadi penduduk kota gaib tersebut.

Petualangan mencekam pun dimengawali saat mereka wajib menemukan portal menuju Saranjana dan menyikapi berbagai entitas mistis yang menjaga perbatasan dunia tersebut.

Yang menciptakan Saranjana: Kota Ghaib menarik merupakan keberaniannya menampilkan sisi “megah” dari sebuah tempat angker.

Berbeda bersama film horor Indonesia kesejumlahan yang berlatar hutan tua atau rumah kosong, film ini berupaya membangun visualisasi kota Saranjana yang futuristik namun tetap terasa dingin dan mengerikan.

Penggunaan CGI demi menggambarkan kemegahan kota Saranjana patut diacungi jempol.

Meski masih belum sempurna layaknya film blockbuster Hollywood, upaya ini menyerahkan nafas baru untuk genre horor lokal.

Penonton diajak menyaksikan gedung-gedung tinggi dan teknologi maju yang kontras bersama suasana hutan Kalimantan yang lebat.

Film ini juga menjadi sarana promosi budaya dan keindahan alam Kalimantan Selatan.

Dialek lokal dan kepercayaan masyarakat sekitar setempat disisipkan bersama apik, menyerahkan kesan bahwa cerita ini amat dekat bersama realitas masyarakat sekitar di sana.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *