Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Pol. Sumarni, bereaksi keras terhadap tudingan yang menyeret namanya dalam pusaran dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nama Sumarni semasih belumnya viral di media sosial, masuk dalam daftar pihak yang disebut-sebut tersangkut kasus yang kini tengah disidik Kejaksaan Agung tersebut.

Menanggapi isu liar tersebut, Sumarni menyerahkan klarifikasi tegas bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kaitan bersama penyimpangan proyek di Badan Gizi Nasional (BGN).

“Saya tegaskan bahwa saya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam dugaan penyimpangan program MBG maupun aktivitas di lingkungan Badan Gizi Nasional,” tegasnya di Cikarang, Kamis (11/6/2026).

Duduk Perkara: Berawal dari Daftar Viral

Nama perwira menengah Polri ini mendadak jadi sorotan setelah sebuah unggahan di media sosial mencantumkan daftar nama politisi, aparatur negara, hingga aparat penegak hukum yang dituduh terlibat dalam skandal MBG.

Sumarni mengakui memang sempat berkomunikasi bersama mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Namun, ia menekankan bahwa interaksi tersebut murni urusan sosial demi kepentingan masyarakat sekitar di Jawa Barat, bukan urusan bisnis atau proyek.

“Saya sempat diminta tolong oleh yang bersangkutan demi menolong pembuatan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di lingkungan pondok pesantren wilayah Cirebon. Itu saja, tidak ada yang lain,” ujarnya.

Sumarni menerangkan, pembicaraannya bersama Sony Sonjaya cuma seputar usulan pendirian unit layanan dapur SPPG di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon. Ia merasa perlu menolong lantaran sejumlah pihak yang merasa cuma diberi janji manis tanpa realisasi.

“Cuma komunikasi saja. Banyak pihak dan sejumlah tokoh yang katanya akan diberikan SPPG. Tapi pada akhirnya juga tidak terealisasi,” ungkap Sumarni.

Ia mengaku sempat menagih kejelasan program tersebut kepada Sony Sonjaya setelah menyambut baik keluhan dari pihak-pihak yang dijanapabilan program tersebut.

“Saya mengobrol dan diskusi bersama beliau, mohon izin Jenderal, minta tolong demi SPPG lantaran sejumlah yang merasa cuma di-PHP. Itu saja. Tidak ada bayar-membayar. Saya tidak dibayar, saya juga tidak bayar dan tidak memperoleh keuntungan apa pun,” tambahnya.

Tegaskan Tak Ada Aliran Dana

Dengan nada tegas, Kapolres Metro Bekasi ini kembali menepis segala spekulasi miring terkait keterlibatannya dalam tindak pidana korupsi.

“Enggak benar itu. Saya tidak ada terlibat korupsi di BGN. Dulu saya cuma minta bantuan demi Pondok Pesantren Buntet agar dapat didirikan SPPG,” kata dia.

Saat ini, Kejaksaan Agung masih terus mendalami keterangan berbagai pihak demi mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini. Penyidik juga tengah menelusuri nama-nama yang muncul dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala BGN yang kini telah mendekam di tahanan. (Antara)

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *