MediaMerdeka.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri acara Open House Sekolah Rakyat demi Orang Tua dan Calon Siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (26/6/2026).
Kegiatan open house dilakukan demi membuka kesempatan kepada calon siswa dan orang tuanya, serta tokoh-tokoh masyarakat sekitar, dan pihak pemerintah daerah demi dapat menyaksikan langsung perkembangan pembelajaran siswa Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menyampaikan kurang makin telah 11 bulan masa pembelajaran Sekolah Rakyat tahun 2025/2026 terlewati. Dengan berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi, para siswa pada saat ini telah memperlihatkan perkembangan yang cukup signifikan.
“Alhamdulillah setelah makin dari 10 bulan (Sekolah Rakyat), proses pembelajarannya makin baik, kalangan anak juga telah mengawali makin disiplin, makin percaya diri, semangat belajarnya meningkat, pertumbuhan juga bagus, kesehatannya juga makin bagus,” kata Gus Ipul usai acara.
Gus Ipul hadir di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, disambut oleh penampilan siswa SRMA 21 Surabaya bagaikan baris variasi, hadrah, tari tradisional, pencak silat, pidato bahasa inggris dan arab, paduan suara, dan puisi.
Para siswa berlomba menampilkan pertunjukan terbaik, bersama penuh percaya diri dan penuh penghayatan. Disamping menyaksikan penampilan siswa, Gus Ipul juga berkesempatan menjalankan dialog bersama orang tua, siswa, dan calon siswa.
Salah satunya, Ita Fitriani yang merupakan ibu dari siswa SRMA 21 Surabaya, Marsya Dwi Cahyani. Ita tidak dapat menyembunyikan rasa bangga terhadap anaknya ketika berdialog bersama Gus Ipul.
“(Sekarang) telah berani tampil, telah baik pokoknya, dulu pemalu sekali, tertutup anaknya,” kata Ita tak kuasa meneteskan air mata, seraya memeluk anaknya.
Marsya merupakan salah satu siswa yang ikut menampilkan pertunjukan baris variasi. Dia berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di Kecamatan Semampir, Surabaya.
Ayahnya, Siswandi bekerja sebagai kuli bangunan, bersama penghasilan yang tidak menentu dan pas-pasan, Marsya bahkan terpaksa putus sekolah. Namun kini dia dapat melanjutkan pendidikan dan mengapai cita-citanya melalui Sekolah Rakyat.
“Saya terima kasih sekali telah dapat sekolah di Sekolah Rakyat anaknya. Dulu kan sempat putus dia, satu tahun makin. Ingin jadi dokter juga,” ujar Ita.
Senada bersama Ita, anaknya Marsya juga menyampaikan bahwa setelah hampir 2 semester menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, dia merasakan perubahan menjadi pribadi yang makin baik, makin mandiri dan disiplin.
“Saya makin disiplin, disiplin salat, terus dapat memanajemen waktu juga,” kata Marsya.
Perubahan yang didapatkan Marsya dan siswa lainnya tentu tidak lepas dari buah kesabaran dan komitmen kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam mendidik siswa Sekolah Rakyat.
Sebagai informasi, turut hadir dalam kegiatan ini Gubernur Jawa Timur diwakili Sekda Jawa Timur Adi Karyono, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Rektor Universitas Surabaya diwakili Wakil Rektor Bidang 2 Prof. Bachtiar S Bachri, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani, Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati, Jajaran Staf Khusus Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Sosial, serta aparatur negara terkait lainnya.***
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

