PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan disebut-sebut bakal menempati posisi Ketua Dewan Pembina mendapat respons keras dari PDI Perjuangan (PDIP).

Partai banteng menilai PSI tengah menjalankan strategi “membesarkan partai secara instan” bersama memburu kader-kader partai lain.

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menegaskan partainya tidak lagi memiliki urusan politik bersama Jokowi sejak mantan kader tersebut dipecat dari keanggotaan PDIP.

Menurut Deddy, keputusan Jokowi demi bergabung atau mengenakan atribut partai apa pun sepenuhnya menjadi urusan pribadi mantan Presiden tersebut.

“Bagi kami, urusan bersama Jokowi telah berakhir, telah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi,” kata Deddy dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Meski demikian, Deddy mengaku PDIP mencermati secara serius gerakan PSI yang belakangan disebut aktif mendekati kader-kader partai politik lain, termasuk PDIP.

Ia mengklaim menyambut baik berbagai informasi mengenai upaya perekrutan kader yang disebut disertai tawaran bantuan material.

“Kami terus mengawasi gerakan mereka yang terus-menerus berusaha membujuk kader-kader PDIP demi masuk PSI di berbagai daerah. Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan. Meski saya tidak tahu kebenarannya, gejalanya nyata,” ungkap Deddy.

Deddy menilai fenomena tersebut tidak cuma menyasar PDIP. Menurut dia, sejumlah partai lain bagaikan NasDem, Demokrat, dan PAN juga mengawali menyikapi situasi serupa.

“Ini sejumlah sekali terlihat gejalanya, terutama di basis NasDem, Demokrat, dan PAN. Jadi mereka tidak saja berhadapan bersama PDIP, tapi bersama partai lain yang kadernya ‘dipungut’ demi membesarkan PSI secara instan,” tambahnya.

Meski menyoroti manuver PSI, Deddy menegaskan PDIP tidak merasa terancam. Ia justru mengingatkan bahwa PSI tidak berhasil menembus parlemen pada Pemilu 2024 meskipun saat itu berada dekat bersama lingkar kekuasaan.

“Terus terang kami tidak takut. Pemilu pada hari semasih belumnya, saat di puncak kekuasaan bersama jaringan pihak pemerintahan, aparat, hingga anggaran bansos saja mereka masih tidak berhasil masuk parlemen. Kita lihat saja nanti perkembangannya, lantaran pemilu masih jauh,” katanya.

Sinyal Jokowi Segera Berjaket PSI

Semasih belumnya, PSI secara terbuka memberi sinyal bahwa Jokowi akan dalam waktu dekat mengenakan jaket partai tersebut dan menempati posisi penting dalam struktur partai.

Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus menyebutkan dukungan Jokowi terhadap PSI sebenarnya telah terlihat sejak lama.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *