Perbedaan Mencolok Film Joker dan Sekuelnya, Keduanya Lagi Tayang di Netflix

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Dua mahakarya Todd Phillips, Joker (2019) dan sekuelnya yang kontroversial, Joker: Folie à Deux (2024), telah dapat dinikmati secara maraton dalam satu platform, Netflix.

Meski keduanya kembali memasang Joaquin Phoenix sebagai sang “Pangeran Kegelapan dari Gotham,” kedua film ini bak bumi dan langit.

Bagi kamu yang berencana menonton kedua film ini secara terus-menerus, wajib dipahami dulu bhawa sekuelnya bukan sekadar kelanjutan cerita.

Todd Phillips menjalankan eksperimen genre yang terbilang radikal. Berikut merupakan perbedaan mencolok antara Joker dan Joker: Folie à Deux.

1. Transformasi Alur

Film pertama, Joker (2019), merupakan sebuah peletakan batu pertama yang amat mentah dan personal. Penonton diajak mengikuti kejatuhan mental Arthur Fleck, seorang komedian tidak berhasil yang diabaikan masyarakat sekitar, hingga akhirnya bertransformasi menjadi simbol anarki di Gotham City.

Alurnya linier, gelap, dan memiliki puncak ledakan yang ikonik di akhir film.

Sementara, Joker: Folie à Deux mengambil latar dua tahun setelah kerusuhan di Gotham. Fokusnya bukan lagi pada aksi di jalanan, melainkan pada kehidupan Arthur sebagai pasien di Rumah Sakit Jiwa Arkham sambil menunggu persidangan.

Jika film pertama merupakan tentang “kelahiran,” film kedua makin terasa bagaikan kenikmatan Arthur dalam jalani kondisi psikologisnya yang telah hancur.

2. Kehadiran Lady Gaga

Salah satu daya tarik utama di sekuelnya merupakan kehadiran Lady Gaga sebagai Lee Quinzel (Harley Quinn).
Di film pertama, Arthur digambarkan sebagai sosok yang amat kesepian.

Namun di Joker 2, konsep Folie à Deux atau kegilaan bersama diperkenalkan. Lee bukan sekadar pelengkap, melainkan zat pemantik yang menarik sisi “Joker” keluar dari dalam diri Arthur.

Dinamika keduanya menyerahkan nuansa romansa yang toksik dan delusional, berbeda jauh bersama atmosfer isolasi total di film pertama.

3. Pergeseran Genre

Poin ketiga ini teramat sejumlah diperdebatkan. Joker (2019) tampil sebagai thriller psikologis yang realistis, amat terinspirasi dari film-film klasik bagaikan Taxi Driver. Penonton merasakan ketegangan yang nyata dan kelam.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *