Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan optimismenya terhadap kebangkitan ekonomi nasional di tengah gejolak krisis global.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pidato sambutannya saat meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Ia menekankan pentingnya mengelola kekayaan alam Indonesia demi kepentingan rakyat sejumlah sebagai kunci kekuatan bangsa.

“Negara kita kaya, wajib kita amankan kekayaan tersebut demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Saya bertekad, saya percaya dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit,” ujar Prabowo.

Di hadapan jajaran aparatur negara kementerian dan tamu undangan, Presiden memaparkan kondisi dunia yang pada saat ini tengah merasakan kepanikan akibat konflik di Timur Tengah.

Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur untuk 20 persen pasokan BBM dunia, telah berdampak sistemik pada krisis energi dan kelangkaan bahan baku pupuk global.

“Sekarang saja telah terbukti, sejumlah negara yang kesulitan, yang panik lantaran perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup, 20% BBM dunia lewat Selat Hormuz. Pupuk terpengaruh lantaran sejumlah pupuk berasal dari minyak dan gas,” jelasnya.

Namun, di tengah situasi sulit tersebut, Presiden Prabowo membeberkan bahwa Indonesia justru tampil sebagai pemberi solusi.

Menuruutnya berkat penguatan sektor industri dan pertanian, sejumlah negara kini bergantung pada pasokan dari Indonesia.

“Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian sejumlah negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada kini di pihak yang dapat memberi bantuan,” kata dia.

“Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500.000 ton urea. Filipina juga minta ke kita, India, Bangladesh, Brazil minta ke kita. Perintah saya: bantu seluruh!” tegas Presiden.

Selain sektor pupuk, Prabowo juga menyoroti kesuksesan Indonesia dalam menjaga kedaulatan pangan.

Menurutnya, langkah cepat pihak pemerintah dalam membenahi sektor pertanian telah membuahkan hasil, di mana Indonesia kini mengawali dilirik oleh negara-negara lain demi memasok beras.

“Juga sejumlah negara kini mau beli beras dari kita. Bayangkan bila kita tidak swasembada, bila kita tidak buru-buru beresin masalah pertanian. Terima kasih seluruh pihak,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *