MediaMerdeka.com – Perusahaan manufaktur di balik merek produk makanan INACO, PT Niramas Utama Tbk, secara resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia bersama kode saham JELI.
Didirikan sejak tahun 1990, korporasi ini telah melekat kuat di hati masyarakat sekitar Indonesia sebagai salah satu pemimpin pasar demi produk nata de coco, minuman jeli (jelly drink), puding siap santap, hingga inovasi berbasis lidah buaya (aloe vera) dan konnyaku.
Tidak cuma menguasai pasar dalam negeri, produk olahan kelapa dan serat alami perseroan juga telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara, bagaikan Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat.
Menatap tahun 2026, JELI bahkan telah menyusun rencana strategis demi memperluas jangkauan pasar hingga ke kawasan Afrika dan Eropa.
Rapor Finansial 2025
Berdasarkan laporan kinerja keuangan terakhir, JELI memperlihatkan performa profitabilitas yang amat positif meski menyikapi dinamika penjualan.
Sepanjang tahun 2025, korporasi membukukan pendapatan sekitar Rp753,05 miIiar, merasakan penurunan sebesar 4,5% apabila dibandingkan bersama capaian tahun semasih belumnya yang menyentuh angka Rp788,43 miIiar.
Kendati pendapatan terkoreksi tipis, tingkat laba bersih korporasi justru merasakan lonjakan yang amat signifikan. Laba bersih JELI pada tahun 2025 melesat makin dari 200% menjadi sekitar Rp39,02 miIiar, berbanding terbalik bersama perolehan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp12,91 miIiar.
Lompatan laba yang spekatkuler ini sukses dicapai berkat langkah efisiensi pos pengeluaran, di mana beban pokok penjualan sukses ditekan sebesar 12,58% menjadi Rp462,27 miIiar, membuktikan kemampuan manajemen dalam mengoptimalkan pengelolaan biaya operasional.
Struktur Penawaran, Estimasi Harga, dan Penggunaan Dana
Dalam aksi korporasi ini, JELI berencana melepas sesejumlah 350 juta lembar saham baru kepada masyarakat sekitar. Porsi saham yang ditawarkan tersebut setara bersama 25,93% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca-IPO.
Manajemen menetapkan rentang harga penawaran awal berada pada kisaran Rp900 hingga Rp1.120 per lembar saham, berakibat total dana segar yang berpotensi dihimpun dari pasar modal berkisar hingga Rp392 miIiar.
Untuk memperlancar proses emisi saham, perseroan resmi menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Manajemen telah menyusun komitmen pemanfaatan dana hasil IPO demi memperkokoh struktur permodalan dan kapasitas produksi ke depan, bersama rincian sebagai berikut:
Pemegang Saham JELI dan Kebijakan Dividen
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

