MediaMerdeka.com – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menepis anggapan bahwa posisi politik partainya di luar pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih bersifat “abu-abu”. Menurutnya, sikap PDIP telah jelas sebagai partai penyeimbang.
“Nggak (abu-abu) kok, kita jelas,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Pernyataan singkat itu disampaikan Puan saat menjawab pertanyaan wartawan seusai konferensi pers pimpinan DPR RI usai Rapat Paripurna.
Saat itu, Puan didampingi Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Sari Yuliati.
Salah seorang wartawan menyinggung posisi PDIP sebagai partai penyeimbang yang belakangan dinilai seuntukan pihak masih masih belum tegas.
Puan cuma menyerahkan jawaban singkat tanpa penjelasan makin lanjut.
Menariknya, sesaat setelah Puan menyampaikan jawabannya, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal tampak tersenyum. Konferensi pers lalu berlanjut bersama pertanyaan lain dari awak media.
Rakernas PDIP
Semasih belumnya, Ketua DPP PDIP Said Abdullah juga telah menegaskan bahwa posisi partainya sebagai partai penyeimbang merupakan keputusan resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP, berakibat tidak tepat apabila disebut sebagai sikap politik yang abu-abu.
“Sesuai keputusan Rakernas, PDI Perjuangan telah memutuskan berposisi sebagai partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu-abu. Kita tidak dapat membandingkan bersama negara-negara Barat yang menjalankan sistem oposisi,” ujar Said Abdullah.
Menurut Said, mandat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada partai amat jelas, yakni mendukung setiap kebijakan pihak pemerintah yang berpihak kepada rakyat, sekaligus tetap menjalankan fungsi kritik apabila terdapat kebijakan yang dinilai menyimpang.
Sebaliknya, apabila terdapat kebijakan yang dinilai kurang tepat, PDIP akan menjalankan fungsi pengingat secara konstruktif, bukan menjadi oposisi yang menginginkan pihak pemerintah tidak berhasil.
“Kami tidak bagaikan itu. Kami ingin Presiden Prabowo dapat berkhidmat bersama baik hingga 2029 sesuai konstitusi,” tegas Said.
Ia bahkan membeberkan Presiden Prabowo Subianto memahami pilihan politik PDIP tersebut.
“Presiden Prabowo amat memahami sikap ini. Bahkan beliau menegaskan terima kasih dan menganggap PDIP sebagai teman yang makin jujur,” ungkap Said.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

